Hars menghela napas pelan, ia berjalan menghampiri wanita yang berdiri di depan kolam renang. Ia memeluk istrinya yang masih betah mendiaminya sejak siang tadi.
"Maaf."
Delia hanya diam tanpa berniat mengucapkan sepatah kata pun, ia sudah terlalu malas untuk bertengkar.
"Kau bisa lihat rekaman CCTV selama dua tahun ini di ruanganku. Aku benar-benar tidak pernah masuk ke sana." Ujar Hars, ia binggung bagaimana lagi membujuk Delia.
Setelah melepaskan pelukan suaminya, Delia membalikan tubuhnya. "Jangan memulai hubungan baru ketika kau belum selesai dengan masalalumu, itu sangat menyakitkan bagiku Hars...."
"De.... Aku sudah tidak mencintai Angelina jauh sebelum dia mati. Ak-"
"Seharusnya kau hancurkan seluruh kenangan kalian! Hars aku tidak akan marah jika semua itu berada di mansion kalian. Tapi nyatanya, semua itu berada di ruang kerjamu. Ruangan yang selalu kau datangi setiap hari!" Delia menghela napas pelan sembari memejamkan matanya saat merasakan nyeri pada perutnya.
"De-"
"Aku tidak ingin bertengkar lagi!" Delia mengangkat tangannya seolah meminta Hars berhenti berbicara.
Saat hendak masuk ke dalam mansion, mata cantik Delia membeku saat melihat kehadiran dua orang disana. Hal itu membuatnya terdiam dan sekali lagi menghela napas pelan.
"Sayang...."
Hars menoleh dan mendapati ibunya sedang memeluk sang istri. Mereka memang tengah berada di mansion, beberapa keluarga menginap disana mengingat dua hari lagi Tatjana dan Andrev menikah.
"Wajahmu pucat sekali, apa kau sudah makan." Tanya Scarlett dengan cemas.
Delia tersenyum tipis, "Tidak mam, apa Delia bisa makan pie daging buatan mami?"
Scarlett langsung tersenyum mendengarnya, "Ayo mami buatkan."
"Jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting." Ben mengusap puncak kepala menantunya dengan sayang.
Scarlett membawa Delia pergi dari sana dan meninggalkan Ben serta Hars.
"Daddy dengar kau membuat kekacauan di kantor." Ujar Ben pada putranya.
Hars menyugar rambutnya dengan kasar. Setelah pertengkarannya dan Delia di kantor tadi, Hars memerintahkan anak buahnya untuk membangun satu lantai lagi di kantornya. Delia bahkan sudah tidak mau menginjakkan kaki disana, jika Hars tidak membangun satu lantai lagi, ia yakin istrinya itu akan terus merajuk.
"Kau tahu betul, dari semua kejadian termasuk pernikahan ini.... Delia adalah korban utamanya." Ucap Ben dengan serius.
"Dad aku tidak berniat melakukan semua ini, aku bahkan sudah melupakan kenangannya karena terlalu fokus pada Delia." Balas Hars dengan gusar.
"Daddy tahu, tapi seharusnya kau singkirkan bayang-bayang masalalu kalian sebelum kau meminta daddy untuk melamar Delia kembali." Ben menghela napas dengan kasar setelah mengatakannya.
Hars memijat pangkal hidungnya, kepalanya pusing memikirkan semua yang bersarang disana.
"Kau pasti belum mengatakan yang sebenarnya padanya bukan?"
Hars menegakkan tubuhnya kembali, kepalanya menoleh pada sang ayah yang duduk di sebelahnya. "Dia sedang hamil dad, aku takut hal itu menganggu kesehatannya... Dia pasti akan marah dan bersedih." Kata Hars dengan ragu.
Lagi-lagi Ben menghela napas dengan kasar, "Jika dia tahu sendiri itu akan lebih menyakitinya Hars." Ujarnya dengan pelan.
"Dia tidak akan tahu jika kalian tidak memberitahunya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MR OTORITER 1: His Past
RomanceB The Series- Benedict 2 Harsha Benedict & Ardelia Dominique Ardelia Dominique adalah seorang fashion designer cantik yang tumbuh di keluarga bangsawan kaya raya. Setelah ditinggal oleh sang kekasih, Delia terpaksa harus menikah dengan mantan tunan...
