Minimus filia et eos
[ the youngest daughter and them ]
____________________
Hari ini hari sabtu, Leon punya kursus berenang sore ini. Sehingga, selama Leon kursus, Karina dan Jeno menghabiskan waktu mereka dengan si bungsu cantik keluarga Wijaya, Gabriella Wijaya atau biasa kalian kenal dengan Gabby. Yang spesial saat agenda keluarga begini, Gabby tidak ditemani sama Sus Siti, tapi benar benar hanya ditemani oleh dua orang kesayangannya---Jeno dan Karina.
Sambil menunggu Leon selesai kursus, keluarga kecil itu menghabiskan waktunya di salah satu wahana anak anak yang serba lengkap. Hm, wahana yang dimainkan oleh anak anak dengan kaki berbalutkan kaus kaki. Entah dari kolam bola, seluncuran berbagai jenis juga warna warni, jembatan berbagai macam, serta terowongan terowongan lucu berjendela kecil. Ah, jangan lupakan juga rumah rumahan plastik besar yang ramai dengan anak anak perempuan.
Kini Jeno, Karina, dan Gabby sedang ada didalam wahana itu. Karina yang duduk menunggu di tempat para orang tua/suster menunggu---tapi masih didawal wahana tersebut---anak anak mereka. Sedangkan Jeno menemani Gabby bermain disana. Ya, bayangkan saja, Jeno tubuh besar Jeno ikut bermandikan bola dengan kumpulan balita, tubuh Jeno ikut naik di jembatan bertali mengikuti kemanapun Gabby pergi, bahkan dia ikut meluncur bersama gabby di seluncuran warna warni yang pendek itu.
Karina tertawa memerhatikan senyum Gabby juga Jeno yang sebenarnya sudah kewalahan karena harus menyamakan energinya dengan si bungsu. Sesekali Karina merekam semua itu melakui handphonenya, tak jarang Karina ikut di satu wahana hanya untuk mengambil hambar secara dekat.
"ayah, ayah! Doyong adek diseluncuran yaaa" seru Gabby berjalan sedikit lunglai mendekati seluncuran berwarna kuning.
"ayo ayo" sahut Jeno mengikuti langkah kecil bungsunya.
Gabby sudah duduk manis menunggu dorongan dari Jeno. "ayah yang kenceng doyong nya ya! Biar seluu" seru Gabby antusias.
Ya, kencang nya Jeno jelas tidak kencang sesuai apa yang orang dewasa biasa lakukan. Ia mendorong Gabby sebisa mungkin agar Gabby bisa mendarat dengan aman dibawah dengan baik.
"ayah, ayo tuyun jugaaa. Seru tauuu" ajak gabby melihat Jeno dari bawah---setelah dia meluncur.
Jeno menghembuskan nafas panjangnya lalu melihat Karina dari jauh. Karina yang sadar akan tatapan Jeno hanya bisa tertawa ketika sadar suaminya itu lelah, tapi Gabby tak juga lelah padahal mereka hampir menghambiskan sejam-an lebih di dalam wahana permainan itu.
"om, ayo meluncur. Banyak yang mau juga" sahut anak kecil cowok yang mungkin setahun lebih muda dari Leon.
"iya om" jawab salah satu anak cowok lainnya.
Mau tak mau Jeno pun meluncur melewati seluncuran---yang tidak seru menurut orang dewasa---pendek yang tadi dilewati Gabby. Melihat jeno yang turun, Gabby lompat kegirangan, ia bertepuk tangan melihat Jeno yang berhasil meluncur dengan baik. "yey yey yey" seru Gabby.
Walau Jeno capek, melihat wajah Gabby dan Karina yang tersenyum menatapnya itu, capek Jeno seperti hilang setengahnya. Dia jadi lupa sama rasa lelah yang muncul. Benar benar obat ampuh bagi Jeno.
"main bola bola lagi yuk!" tarik Gabby ke tempat mandi bola yang ada di ujung wahana permainan itu.
"ayok ayok" balas Jeno.
Jeno dan Gabby pun masuk pada satu tempat yang dibatasi dengan dinding tali berjaring jaring dengan kumpulan bola warna warni yang dipenuhi oleh anak anak seumuran Gabby hingga Leon. By melebar ketika Jeno mengejarnya, layaknya bermain kejar kejaran di tempat itu. Tawa melengking Gabby tak kunjung hilang terlebih saat Jeno melempari kumpulan bola padanya layaknya sedang hujan bola.
KAMU SEDANG MEMBACA
faded and broken
FanfictionDimana sang tuan ternyata memiliki prioritas yang berbeda. Lantas menggoyahkan kapal yang mereka tumpangi. Beberapa dinding kapal pecah, menghilang, dan sulit untuk diperbaiki. Mengharuskan kapal itu menepi pada sebuah dermaga yang bukan tujuan utam...
