Confessio noctis
[ confession night ]
____________________
Mobil Jaemin berhenti tepat di depan lobby gedung unit A apartement Karina Jeno. Dokter muda itu mengalihkan pandangannya pada Karina yang kini sibuk merapikan riasan di cermin mobil. Saat selesai makan malam, tiba tiba saja Jaemin ada panggilan ke rumah sakit sedangkan saat itu titik mereka berada cukup jauh dengan rumah Karina dan dekat dengan rumah sakit. Karena Jaemin tidak yakin dia bisa sebentar di rumah sakit, dia akhirnya bertanya dimana dia bisa mengantar Karina.
"beneran di apartement sini?" tanya Jaemin memastikan lagi.
"iya disini, lo kayak ga tau apartement gue sama Jeno aja" ujar Karina kini memasukkan lipstick nya ke dalam tas lalu tersenyum pada Jaemin.
"emang yakin Jeno ga ada disana?"
"Jaem, yakin kok. Biasanya dia lembur, lagipula gih sana pergi. Orang rumah sakit nungguin elo" titah Karina lalu membuka pintu mobil itu.
Jaemin hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya lalu mengangguk menyetujui apapun yang sudah Karina putuskan. Dia menurunkan kaca jendela demi melihat Karina yang kini sudah berdiri di luar mobil. Wanita itu tersenyum lalu melambaikan tangan saat Jaemin kembali mengemudikan mobilnya menjauh dari kawasan apartement.
Saat wujud mobil Jaemin benar benar menghilang dari pandangan Karina, wanita itupun berbalik melihat suasana gedung apartementnya dan Jeno yang sudah tak ia kunjungi hampir sebulan lebih. Semoga beneran lembur deh batin Karina akhirnya melangkahkan kakinya memasuki kawasan lobby apartement tersebut.
Sebulan tak dikunjungi, lobby apartement itu masih sama. Lampu kuning dengan suasana yang agak dingin karena AC, beberapa plastik food delivery berjajar di meja resepsionis, serta rak rak yang penuh karena surat surat yang tak kunjung diambil oleh pemiliknya, tak lupa antrian lift yang cukup banyak karena kapasitas lift yang sedikit. "wah sudah lama bu tidak kesini" sapa satpam yang berjaga malam itu.
"baru sebulan pak" kata Karina.
Malam itu dia benar benar berharap Jeno akan lembur panjang dan tidur di kantor sehingga dia tak perlu bertemu dengan pria itu di apartement mereka. Apartement yang seharusnya jatuh secara hukum pada Jeno setelah urusan harga gono gini saat cerai kemarin. Ia terus melangkah, menaiki lift, melewati lorong lorong apartement, hingga berhenti di depan unit apartement dengan angka 2311 di depan pintu.
Semoga beneran ga ada ya batin Karina menarik nafas panjang lalu mulai menekan pin apartement yang tergeletak di gagang pintu.
Click. Pintu apartement terbuka, matanya sedikit kaget saat melihat Jeno berdiri sedikit agak berjarak dari depan pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"kamu datang" suara berat dan parau itu memecah keheningan disana.
Karina secara otomatis menggigit bibir bawahnya "jalannya macet banget" bohong Karina melepaskan wedges nya lalu berjalan masuk melewati Jeno.
Dia mendudukkan dirinya di couch abu itu, lalu menyalakan televisi untuk menikmati beberapa tayangan yang sedang muncul. Doanya tak dikabulkan Tuhan—tidak Rin, Tuhan memberimu yang terbaik menurut-Nya—, Jeno sama sekali tak lembur malam ini yang secara otomatis membuat Karina berada di apartement ini bersama mantan suaminya sendiri.
Pria dengan nama Jeno itu baru saja pulang sejam yang lalu, saat dia mendengar bunyi pin yang ditekan dari seberang, ia langsung berdiri dengan yakin bahwa yang datang adalah Karina sendiri. Entah apa tujuannya, tapi Jeno bersyukur itu Karina.
KAMU SEDANG MEMBACA
faded and broken
FanficDimana sang tuan ternyata memiliki prioritas yang berbeda. Lantas menggoyahkan kapal yang mereka tumpangi. Beberapa dinding kapal pecah, menghilang, dan sulit untuk diperbaiki. Mengharuskan kapal itu menepi pada sebuah dermaga yang bukan tujuan utam...
