Oculos meos super te
[ my eyes on you ]
_________________
Karina keluar kamar dengan wajah kebingungan, saat dia bangun kasur Jeno sudah terlipat rapi, bantal bantalnya pun sudah menumpuk di kursi kamar, begitu pula dengan selimut yang sudah trapi di dekat kursi. Netra Karina juga tak mendapatkan Leon juga Gabby saat dia terjaga. "ada yang lihat kakak sama adek tidak?" tanya Karina pada mereka yang berkumpul di meja makan menikmati sarapan pagi yang dimasak Tyo.
"tadi jam 7 gue lihat kakak narik Jeno keluar sih, terus ngegendong adek" lapor Yocelyn dengan mulut yang mengunyah remahan roti bakar.
"oh, kayaknya ke pantai depan deh Rin. Coba lo lihat kedepan" jelas Jisu menunjuk ruang tengah dengan pisau selai yang dia pegang.
"kayaknya main di pantai deh, tadi pagi gue abis jalan ke toko depan" Jarrel ikut melapor.
"oh, makasih ya. Selamat sarapan semua" Karina pun berlalu pergi meninggalkan mereka yang menikmati sarapan. Meja itu penuh, dari keluarga Tyo hingga si single Calvin menikmati roti bakar juga nasi goreng buatan Tyo dengan nikmat. Sedangkan Jia dan Tania sepertinya masih terlelap saking lelahnya mereka bermain kemarin. Apalagi mengingat semalam mereka tidur agak telat dibanding Leon dan Gabby.
____________________
"ayaaaaah! HAHAHAHAHAH" seru Gabby saat dirinya dibawa perlahan berendam di air pantai pagi itu dalam gendongan Jeno. Sedangkan Leon sudah berenang sedikit lebih jauh dengan pelampung di depan sana.
Jeno tertawa melihat wajah Gabby yang begitu menggemaskan, mata turunan Karina, dengan rona pipi alami yang terpancar sinar matahari pagi. "ayaaaaah" seru Gabby lagi merasa kakinya sudah terendam di air. Tangannya yang mengalung di leher Jeno semakin dia pererat.
"katanya mau ikut kakak, makanya ayah ajak" ucap Jeno ikut mempererat gendongannya pada Gabby.
"jangan jauh jauuuh, adek takut"
"gak, ada ayah." Ucap Jeno setenang mungkin.
"ayah ayaaaaah" dari ujung sana Leon berseru lalu melambaikan tangannya. Kalau Leon, Jeno tidak perlu terlalu khawatir, sulungnya itu pandai berenang, sejak kecil dia sudah diajari berenang.
Jeno tersenyum lebar, membuat matanya ikut menjadi garis dibalik kacamata hitam yang dia gunakan. Pagi tadi, setelah dia bangun tiba tiba Leon mengajaknya untuk berenang di pantai, awalnya Jeno tidak mau karena Karina masih tidur dan mereka belum minta izin pada wanita itu. Bisa saja keputusan Karina berbeda dengan Jeno, tapi Leon terus memaksanya dengan alasan dia sudah lama tidak ke pantai, dia mau berenang, dia bosan, dan katanya sih biar sekalian mandi. Gabby yang juga sudah terjaga mengangguk dan menyetujui saran Leon, bungsunya yang manis itu juga bilang mau main air. Akhirnya mau tak mau----agar mereka berdua tidak ngambek----Jeno mengiyakan keinginan mereka.
Leon tiba tiba berenang menuju Jeno "ayah ayooo, agak jauhan" pinta Leon menunjuk tempat tadi dia berenang.
"gamau" sungut Gabby.
"ayah sama adek, kak. gak bisa" mendengar Jeno yang membelanya, lantas Gabby meleletkan lidahnya mengejek Leon yang sudah cemburu.
Karena kesal dan juga gemas, Leon lantas menyipratkan air ke Jeno juga Gabby. "ayaaaah" seru Gabby.
"ayo dek balas kakak dek" akhirnya Jeno juga Gabby membalas perlakuan Leon dengan menyipratkan air pada si sulung,
"ih ga adiiiil, kalian berdua" bukannya ngambek, Leon malah mempercepat lemparan airnya. Mereka bertiga tertawa dengan perang air yang terjadi, bahkan Gabby terus meneriaki ayah padahal Leon lah yang melemparinya air.
KAMU SEDANG MEMBACA
faded and broken
Fiksi PenggemarDimana sang tuan ternyata memiliki prioritas yang berbeda. Lantas menggoyahkan kapal yang mereka tumpangi. Beberapa dinding kapal pecah, menghilang, dan sulit untuk diperbaiki. Mengharuskan kapal itu menepi pada sebuah dermaga yang bukan tujuan utam...
