Di taman akademi, suasana sore terasa tenang meskipun ada sentuhan misteri yang menyelinap di udara. Langit berwarna jingga keunguan menyatu dengan dedaunan hijau yang basah oleh embun, menciptakan pemandangan yang memesona namun penuh tanda tanya.
Isabella duduk santai di sebuah bangku taman, ditemani oleh Sebastian yang selalu tampak serius meski sesekali tersenyum. Keduanya menikmati waktu senggang, berbincang ringan tentang pelajaran dan peristiwa sehari-hari, meskipun Isabella tampak enggan terlalu terfokus pada apa yang terjadi di luar sekitarnya.
Di kejauhan, kereta kuda bergerak perlahan menuju aula utama. Rangkaian gerbang yang elegan dengan hiasan lambang kerajaan menambah kesan megah dari kedatangan yang misterius itu. Kereta kuda itu tampak berbeda, seolah menyimpan rahasia yang belum terungkap.
Mata tajam Sebastian tidak lepas dari gerak-gerak kereta kuda tersebut. Ia terus mengamati dengan saksama, memperhatikan setiap detail: lambang yang terpampang, gaya penggerak kuda yang sempurna, dan bahkan ekspresi para penumpang yang hanya tampak samar dari balik tirai yang tertutup rapat.
Sementara itu, Isabella memilih untuk tidak terlalu penasaran. Ia hanya melirik sesekali ke arah kereta yang melaju, kemudian kembali menengok bunga-bunga di sekitar bangku. Baginya, kadang-kadang lebih baik membiarkan rahasia tersimpan tanpa terlalu diungkap.
Di sisi lain taman, Theodore yang sedang duduk di bawah pohon rindang mencoba menyelami sebuah buku tebal tentang strategi dan sejarah. Ia telah lama berusaha fokus pada setiap halaman, namun sesuatu mengalihkan perhatiannya. Sebuah gerakan tiba-tiba menarik pandangan Theodore ke arah langit. Sebuah burung dengan bulu berkilau tampak meluncur dengan anggun, mengikuti arah kereta kuda yang melintas. Gerak terbang burung itu sangat terlatih, seolah-olah sudah memiliki tujuan yang pasti.
Theodore memandangi burung itu dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Ia menyadari bahwa burung tersebut tidak seperti burung biasa; cara terbangnya yang halus dan presisi seolah menunjukkan bahwa ia membawa pesan penting dari dalam kereta kuda tersebut.
"Siapakah yang memiliki burung seperti itu?" pikir Theodore dalam hati. Ia merasa bahwa ada keistimewaan pada burung itu, seolah ia adalah penghubung antara dunia luar dan rahasia yang disimpan di dalam kereta.
Karena terlalu terpukau oleh bayang-bayang yang terbentuk dari pergerakan burung dan kereta, Theodore kehilangan konsentrasi pada buku yang sedang ia baca. Kata-kata dalam halaman-halaman itu mulai samar, tergantikan oleh pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik pikirannya.
Sementara Isabella dan Sebastian terus terlibat dalam percakapan mereka, atmosfer di taman itu menjadi semakin penuh dengan ketegangan halus. Kereta kuda yang mendekat, burung yang melayang dengan keanggunan yang aneh, dan tatapan penuh teka-teki dari para siswa membuat setiap detik terasa berarti, seolah-olah sebuah rahasia besar akan segera terungkap.
Akhirnya, dengan segala keraguan dan keingintahuan yang menggantung, Theodore menyadari bahwa hari ini tidak hanya tentang belajar dari buku, melainkan juga tentang memahami bahasa rahasia alam dan isyarat yang datang dari dunia luar. Meskipun ia belum menemukan jawabannya, satu hal sudah pasti: kedatangan misterius itu akan mengubah hari mereka di St. Britannia, dan mungkin, mengungkapkan sesuatu yang lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan.
— 7 PRINCES —
Di ruang kepala akademi St. Britannia, suasana tegang terasa begitu mendadak. Lampu-lampu kristal yang tergantung dari langit-langit tinggi memancarkan cahaya lembut di antara rak buku antik dan tumpukan dokumen resmi. Sir Victor, kepala akademi, sedang sibuk memeriksa buku tamu dan daftar nama orang tua para siswa ketika tiba-tiba pintu ruangannya terbuka perlahan.
Sosok seorang pria melangkah masuk dengan percaya diri, namun ada aura misterius yang menyelubungi penampilannya. Ia mengenakan jubah kebanggaan berwarna biru tua keemasan, dengan bordiran rumit yang menyala di bawah sinar lampu. Wajahnya tampak serius dan tenang, namun ada keanehan dalam tatapan matanya yang seolah menyimpan rahasia besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 PRINCES
RomanceDi Tanah Aurion, perang telah mereda, tetapi bayang-bayangnya masih mengintai di setiap sudut istana. Dendam lama belum terkubur, dan rahasia yang telah lama disembunyikan mulai terungkap sedikit demi sedikit. Sebastian Whitmore dan Theodore Ashford...
