Chapter 35: Langkah di Jalur yang Berbeda

100 4 0
                                        

Setelah satu bulan penuh menjalani pelatihan bersama para tentara Ravellion, kesepuluh siswa yang terpilih akhirnya kembali ke Akademi St. Britannia. Roda kereta berdecit halus saat berhenti di halaman akademi, membawa serta debu perjalanan yang panjang. Louis melangkah turun dari kereta dengan langkah mantap, tubuhnya masih terasa lelah akibat latihan berat yang mereka jalani selama sebulan penuh. Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih jauh, sebuah suara lembut namun penuh wibawa menyapanya.

"Louis!"

Louis menoleh dan menemukan ibunya, Genevieve Laurent de Beaumont, berdiri tak jauh dari sana. Gaun biru keabuan yang dikenakannya berkibar tertiup angin sore. Mata perempuan itu menatap putranya dengan sorot hangat, seakan memastikan bahwa ia baik-baik saja setelah sekian lama berpisah.

"Ibu? Apa yang kau lakukan di sini?" Louis bertanya sambil melangkah mendekat.

Genevieve tersenyum. "Kebetulan kelasku hari ini sudah selesai. Aku pikir, aku bisa menyambutmu lebih awal." Matanya menelusuri wajah putranya, mencari tanda-tanda kelelahan atau luka yang mungkin didapatnya selama pelatihan.

Louis mengangguk kecil, merasa senang bisa melihat ibunya lagi. "Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Genevieve menatapnya penuh perhatian. "Baguslah. Kalau begitu, kau perlu beristirahat. Aku akan menemanimu berjalan sampai ke asramamu. Tentu saja, aku tetap tidak akan melanggar peraturan akademi." Ia tersenyum kecil, menyadari bahwa asrama putra tetap menjadi tempat yang terlarang baginya.

Louis tertawa kecil. "Tentu saja. Aku juga tak ingin membuat masalah hanya karena membiarkan seorang profesor perempuan memasuki wilayah yang tidak semestinya."

Mereka berdua mulai berjalan menyusuri koridor akademi. Louis merasakan kenyamanan yang selalu ia rasakan ketika berada di dekat ibunya. Selama di kamp pelatihan, ia lebih banyak dikelilingi oleh suara teriakan perintah dan dentingan pedang, sehingga kehadiran ibunya memberikan nuansa yang berbeda-lebih tenang dan menenangkan.

Saat mereka melewati lorong dengan jendela-jendela besar tanpa kaca yang mengarah ke taman dalam akademi, Genevieve tiba-tiba memperlambat langkahnya. Tatapannya tertuju ke sisi seberang lorong, di mana dua sosok berjalan beriringan, tampak sedang berbincang santai.

Louis mengikuti arah pandangan ibunya dan melihat Putri Isabella van Aardenburg berjalan bersama Eleanor. Mereka tampak santai, sesekali tertawa kecil sambil berbincang. Isabella mengenakan gaun akademinya dengan anggun, sementara Eleanor, yang lebih ekspresif, tampak lebih bersemangat dalam percakapan mereka.

Genevieve tiba-tiba terkekeh pelan, menarik perhatian Louis.

"Ada apa, Ibu?" tanyanya penasaran.

Genevieve menutup mulutnya dengan satu tangan, seolah berusaha menahan tawa kecilnya. "Aku baru saja teringat sesuatu yang konyol," katanya, senyumannya masih tersisa di wajahnya. "Hari pertama Isabella masuk ke kelasku... Aku begitu gugup sampai-sampai melakukan kesalahan yang sangat memalukan."

Louis mengangkat alisnya. "Kesalahan apa? Bukankah Ibu sudah mengajar selama bertahun-tahun? Aku tidak pernah melihat Ibu gugup sebelumnya."

Genevieve menghela napas kecil, seolah mengingat kejadian itu dengan jelas. "Tentu saja, aku sudah mengajar bertahun-tahun. Tapi itu pertama kalinya aku mengajar seorang putri dari kerajaan Lunar secara langsung. Aku terlalu fokus agar tidak melakukan kesalahan, sampai-sampai... saat memperkenalkan diri, aku malah tidak menyebut nama lengkapku dengan benar. Harusnya aku mengatakan 'Genevieve Laurent de Beaumont,' tapi yang keluar dari mulutku hanya 'Genevieve Laurent'."

Louis menatap ibunya dengan ekspresi kaget sebelum tertawa kecil. "Serius? Ibu sampai setegang itu?"

Genevieve menepuk lengan putranya dengan lembut. "Jangan menertawaiku. Itu benar-benar memalukan, kau tahu? Semua siswa menatapku saat itu, tapi syukurlah tidak ada yang terlalu mempermasalahkannya. Aku bahkan lupa untuk meralatnya."

7 PRINCESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang