"Sebelum saya mulai. Apakah ada di antara kalian yang keberatan dengan pernikahan ini?" tanya penghulunya. Untuk beberapa detik tak ada yang bersuara bahkan tamu undangan juga diam hingga-
"Saya keberatan dengan pernikahan ini!" Semua orang menoleh pada sosok lelaki yang kini berdiri dengan napas terengah-engah seolah dia baru saja berlari.
"Saya ingin pernikahan ini dibatalkan!"
"Yudi?" gumam Rose kemudian berdiri, tapi tangan Taeyong menahannya seolah tak ingin gadis itu pergi menemui Yudi.
"Maaf, Tam." Rose melepaskan tangan Taeyong dari tangannya kemudian berlari ke arah Yuta dan menerjang lelaki itu dengan pelukan. Butuh beberapa saat hingga director mengomando bahwa scene penutup ini cukup bagus.
"Kerja bagus semuanya." Tepuk tangan meriah berkumandang sebagai bentuk apresiasi untuk segala pihak yang telah menyelesaikan proses syuting musik video milik Rose.
"Terima kasih semuanya." Ucapan terima kasih Rose dibalas oleh kru dengan senyuman hangat dan beberapa memberikan pelukan juga doa untuk kesuksesan single Rose. Selama ini gadis itu memperlakukan mereka dengan sangat baik.
"Kamu bisa meninggalkan lokasi kami yang bakal beresin semuanya." Manager Rose memberitahu untuk pergi dari lokasi. Dia seolah tahu bahwa Rose kekurangan istirahat.
"Iya, tolong ya Hes. Oh ya kalo udah selesai jangan lupa bawa kru ke restoran yang udah aku booking." Mahesa mengangguk, ini adalah salah satu alasan Rose tak memiliki skandal buruk. Gadis itu selalu memperlakukan orang dengan baik sekalipun kadang dia aneh.
"Iya. Ini hp kamu." Mahesa menyerahkan ponsel milik Rose kepada sang pemilik. Gadis itu langsung membuka ponselnya dan mendapati 15 panggilan tak terjawab dari Sehun. Hal ini tentu membuatnya panik, bagaimana jika Sehun marah karena ia tak mengangkat panggilan? Kini Rose mencoba menelpon Sehun dan berharap Sehun tak marah padanya.
"Halo," sapaan yang bukannya membuat Rose tenang malah membuat gadis itu makin panik. Itu bukan suara Sehun, suara Sehun tak sefeminim itu.
"Ini siapa? Sehun mana?" tanya Rose ingin mencari tau.
"Sehun masih diperiksa dokter."
"Diperiksa dokter? Kenapa? Sehun sakit apa?" Dari panik level waspada kini naik level menjadi siaga.
"Kecelakaan, dia jatuh dari lantai 4."
"Rose!" Tubuh Rose limbung ke belakang beruntung Mahesa masih bisa menahan tubuh gadis itu.
"Aku nggak apa-apa." Rose mengatakan tak apa, tapi terlihat jelas wajahnya memucat.
"Sekarang gimana keadaan Sehun?" tanya Rose dengan suara yang bergetar.
"Dokter bilang operasinya berhasil, tapi dia masih nggak sadar. Kalo tiga puluh menit lagi dia nggak sadar kemungkinan dia bakal koma atau mungkin mati." Tangan Rose yang mencengkeram kebayanya.
"Sekarang dia di rumah sakit mana?"
"Blueroses. Kalo lo mau dateng gue harap secepatnya siapa tau lo nggak bisa ketemu dia la—" Rose menutup telponnya kemudian berlari keluar menuju rumah sakit yang letaknya tak jauh dari lokasi syuting.
"Rose!" teriak Mahesa. Kini ia harus mengejar Rose sebelum banyak gosip keluar tentang artisnya itu mengingat Rose berlari dengan gaun pengantin dan juga sepatu heels ah sekarang tidak lagi Rose baru saja membuang sepatu seharga gaji UMR.

KAMU SEDANG MEMBACA
Take Me Out ✔
FanfictionKeinginan Roseanne keluar dari status jomblo harus terkubur saat ketiga omnya ikut campur tangan. "Jadi, kamu mau saya tembak mati atau mundur alon alon?" "Cuma bisa jajanin cimol aja berani deketin Rose, sana pergi! Dateng kalo udah bisa jajan Lamb...