Udah di double ya
Jangan lupa di vote & comment
*******
1 minggu kemudian.
Arga tengah memberesi barang barang nya dan juga joy ke dalam tas. Ini hari terakhir joy di rawat di rumah sakit, tapi tadi dokter tetap berpesan agar joy tetap harus menjaga kesehatan nya, tidak boleh banyak bergerak dan tidak boleh banyak pikiran.
"Duduk aja joy.. Kamu ngga boleh banyak gerak"
"Aku bantu mas, biar cepet selesai"
Arga menggeleng lalu menggendong joy kembali naik ke tempat tidur "duduk, diam disitu.. Jangan ngebantah suami" tegas nya
Perlakuan arga, jujur membuat dinding yg coba joy bangun kembali luluh lantah. Perasaan nya belum berkurang sedikit pun untuk arga, justru bertambah besar.
Selama seminggu dia di rawat, tidak sekali pun arga meninggalkan nya. Bahkan dia bekerja dari rumah sakit, kalaupun sekretaris nya membutuhkan tanda tangan dan keperluan mendesak lain maka dia lah yg harus datang menghampiri arga.
Sejatinya, setelah mendengar pengakuan joy pada rezky membuat arga berbunga bunga. Jelas arga mendengar sendiri bahwa joy mencintai nya. Beruntung saat itu arga bisa menahan emosi nya. Jika tidak, mungkin arga lebih dulu menghajar rezky dan tidak akan mendengar ungkapan perasaan joy.
"Mas, aku bantu aja ya?"
"Diam joy, kamu duduk aja.." Tolak arga masih fokus membenahi baju baju mereka
"Baju di taruh disini aja. Aku bantu beresin sambil duduk disini"
"Diam sayang.."
Joy mengatup mulutnya rapat. Iya, seminggu ini arga memang sering memanggil joy dengan sebutan sayang yg sering membuat joy salah tingkah.
Sejujurnya joy takut dengan perasaan nya sendiri. Takut kalau tiba tiba arga berubah dan kembali menyakiti hati nya. Yg joy tau arga mencintai sheila dan joy harus mempersiapkan hati nya atas segala sesuatu yg mungkin akan terjadi.
Tok tok tok
"Masuk"
"Permisi pak" pak sarto, supir arga datang
"Oh iya pak sarto, tolong bawa ini ke mobil ya" arga menyerahkan tas nya pada pak sarto
"Iya pak"
Arga mengangguk "yaudah bapak tunggu di lobby aja, sebentar lagi saya sama istri saya turun"
"Baik pak, permisi bu.." Pamit pak sarto
"Iya, makasih ya pak.." Sahut joy tersenyum
Joy turun dari ranjang nya "mau kemana?"
"Ke kamar mandi mas"
"Ayo.."
"Aku bisa sendiri, kan deket"
"Yakin? Kamu udah ngga pusing?" Tanya arga membuat joy mencebik
"Kalo seminggu aku pusing terus kayak nya aku udah di ngajiin di rumah pake kain putih, bukan di rumah sakit lagi"
Arga langsung menatap joy kesal "jangan sembarangan kalo ngomong" tegur arga
"Ya lagian kamu aneh.. Udah ah, aku mau ke kamar mandi mas" joy pergi diikuti arga dari belakang. Saat joy masuk ke kamar mandi, arga setia menunggu nya di depan pintu dengan kursi roda.
"Udah?" Tanya arga begitu joy keluar dari kamar mandi
"Kamu ngapain mas?"
"Nunggu kamu, sini duduk" arga membenarkan dudukan kursi roda
KAMU SEDANG MEMBACA
Where is The Love?
FanfictionAda duka yg diikuti bahagia Ada tawa yg diiringi luka Bahagia? Apa itu? Bagi Joy vintata hanya ada Duka dan Luka yg mengikuti hidupnya. Seorang gadis yg menyimpan rasa sakit namun selalu di tutupinya dengan senyum dan tawa cerianya. Apakah bahagi...
