Candle, Moonlight, and Us [18+]

1.6K 113 41
                                        

Notes : chapter ini khusus aja ya, jadi nggak nyambung ataupun mempengaruhi keseluruhan ceritanya. Dan inget, ini 18+! Yang merasa belum eligible buat baca part ini, harus hati-hati dan lebih bijak ya! Karena anak yang bijak, disayang akuuu hehehehe 😘

*untuk setting tempat, boleh imagine pake foto yang udah aku sertain yaaa, itu source dari pinterest. Tapi bebas sih mau kalian imagine nya gimana juga, bebas shayy~

Enjoy peeps! 👐




*000*




Kedua mata Hyunjae perlahan terbuka ketika Juyeon menyudahi ciuman mereka, dan dia tidak dapat melakukan apapun selain pasrah begitu Juyeon mulai melepas satu persatu kancing piyamanya.

Perlahan, Juyeon mencium leher Hyunjae, mengecup dan menggigitnya pelan. Kedua mata Hyunjae kembali terpejam dan tangannya refleks mencengkram kedua pundak Juyeon dengan kuat. Tubuhnya melemas oleh ciuman dan gigitan kecil yang Juyeon berikan di area leher dan pundaknya.

"Ahhh--shh... J--Juyeonnn..." desahan dan ringisan lemas Hyunjae berhasil lolos saat Juyeon beralih menciumi dada dan juga perutnya.

Setelah puas menjelajahi tubuh Hyunjae, Juyeon menidurkan Hyunjae dan langsung menindihnya. Dia yang sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, sudah sangat siap untuk bercinta malam ini.

Juyeon langsung memasukkan juniornya tanpa izin lagi ke dalam area privasi Hyunjae. Tangan Hyunjae pun refleks mencengkram kuat kedua lengan Juyeon yang bertumpu di perutnya. Nafasnya terus menderu dan dia merasakan perih ketika Juyeon sedang berusaha untuk menerobos masuk ke dalam area privasinya yang masih saja sempit. Setelah berhasil masuk sepenuhnya, Juyeon pun mulai menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, membuat desahan Hyunjae lolos begitu saja dan semakin memancing nafsu Juyeon.

"Ahh ahhh... Juyeon..." desahan demi desahan yang Hyunjae elukan benar-benar sangat menggoda Juyeon. Tangan Hyunjae terulur membelai lembut wajah Juyeon yang mulai berkeringat. Keduanya bahkan tidak peduli dengan cahaya lilin yang sudah padam entah sejak kapan, mereka tidak sadar.

Sebagai gantinya, kini cahaya bulan yang menjadi penerangnya. Hyunjae hanya diam sekaligus tersipu memandangi wajah Juyeon yang terlihat gagah malam ini, disinari oleh cahaya bulan. Kalau boleh jujur, dia suka wajah dan ekspresi Juyeon saat ini. Sangat tampan dan juga berkarisma.

Hyunjae pun duduk untuk memberi bisikan-bisikan nakal kepada Juyeon. Namun sebelum itu, Hyunjae meniup-niup leher Juyeon, membuat Juyeon melenguh pelan.

"H--Hyunjaee, bite me..." permintaan lirih Juyeon membuat Hyunjae tersenyum senang.

Sesuai dengan permintaan Juyeon, Hyunjae langsung mencium dan menggigiti pundak sekaligus area leher Juyeon dengan agresif, dan itu membuat Juyeon semakin mempercepat gerakan pinggulnya karena nafsu yang kian memburu.

"Aahh! Juyeon--ngghh... pelan-pelan..." jerit Hyunjae, terkejut karena gerakan Juyeon yang semakin cepat. Hyunjae hanya bisa pasrah dan memeluk Juyeon dengan sangat erat saat Juyeon terus menubruk area privasinya tanpa ampun.

"J--Juyeon, wait... aku--aku mau keluarrr" pinta Hyunjae lirih. Tapi bukannya diberi kelonggaran, tubuhnya malah semakin disiksa oleh Juyeon.

"Juyeeonn, pleaseee..." mohon Hyunjae dengan suara yang mulai mengecil sambil mencengkram sekuat-kuatnya pundak Juyeon. Rasanya, tubuhnya mau remuk dan ambruk karena ulah Juyeon ini.

Joki [JuJae]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang