Keesokan paginya, sementara Jaehyun masih terlelap dalam tidurnya, Jaemin membuat kopinya yang pahit luar biasa itu. Ia menghidu aroma kopi yang telah ia buat di cangkirnya. Sekadar menjernihkan pikirannya dan juga membuat dirinya segera sadar dari rasa kantuknya karena beberapa hari ia tidak bisa tidur. Ia tidur di sofa sedangkan Jaehyun tidur di kasurnya.
Ia menyesap kopinya perlahan sembari berpikir mengenai kecerobohannya beberapa hari lalu.
"Jaemin lo bego banget emang" Umpatnya pada dirinya sendiri.
Sudah beberapa hari Jaehyun memulihkan diri pasca kecelakaan karena ulah Jaemin di apartemennya. Sambil melamunkan banyak hal ditemani secangkir kopi, akhirnya Jaemin beranjak dari sana dan pergi ke kamar tidur memastikan Jaehyun hyungnya sudah bangun atau belum.
Jaehyun dan Jaemin bersepakat bahwa kecelakaan yang terjadi pada malam itu hanyalah kecelakaan biasa karena mengantuk. Jaehyun pun tidak menuntut apa-apa dari Jaemin. Jaemin yang merasa bersalah ingin bertanggungjawab sepenuhnya demi kesembuhan kakak tingkatnya itu.
"Morning, Jaehyun hyung" Sapa Jaemin saat ia melihat Jaehyun yang telah bangun dari tidurnya terlihat melamun bersandar di dashboard tempat tidur.
"Oh, morning Najaem ah" Balas Jaehyun dengan tersenyum
"Maaf ya hyung" Ucap Jaemin lalu duduk di kasur di samping Jaehyun.
"Sekali lagi lo minta maaf, gue gak maafin lo" Ucap Jaehyun sengit.
"Oh mian mian eh maksud Jaemin. Ya okay. Jaemin gak bakal ngomong gitu lagi" Ucap Jaemin
"Hmm. Bisa bantu gue ke kamar mandi? " Tanya Jaehyun
"Gue belum mandi beberapa hari pasti bau" Keluhnya yang selama ini hanya bed rest di kasur tanpa mandi beberapa hari.
Jaemin yang memapah Jaehyun ke arah kamar mandi hanya tertawa mendengarnya.
"Masih wangi kok" Ucapnya sambil menempelkan hidungnya pada leher Jaehyun.
Hal tersebut seketika membuat Jaehyun tersentak kaget. Jaemin yang menyadari Jaehyun yang tidak nyaman karenanya ia segera sedikit menjauh.
"Ouh sorry" Cicit Jaemin
***
Sementara itu, Jeno dan Haechan yang berada di dalam mobil, tengah bersiap pergi ke kampus untuk berkuliah tentunya. Haechan membolak-balik buku kuliahnya dan mulai membaca "Menurut badan hukum penegakan ---"
"Diem Chan" Potong Jeno yang berusaha untuk fokus menyetir.
"Gue belum belajar, Jeno Lee" Ujar Haechan
"Siapa suruh lo ngegame mulu" Balas Jeno
"Ya kan gue game streamer mesti ngegame selesain misi gue" Ujarnya berdalih.
"Kalau gak gitu, gue kehilangan pamor gue sebagai game streamer paling ganteng di Korea" Tambahnya lagi.
"Idih si paling punya pamor" Ledek Jeno
"Eh Jaehyun hyung udah sembuh belum ya kira-kira? " Tanya Haechan
"Tau. Tanya Jaemin" Tukas Jeno
Haechan mengambil ponselnya dan menelpon Jaemin teman sejak SMA nya itu.
"Gak diangkat" Ucap Haechan dan Jeno melirik sekilas ke arah Haechan.
"Masih tidur kali" Ucap Jeno
"Ye sih. Dia kan bangun siang mulu" Angguk Haechan
"Tanya aja pas di kampus. Dah lo apalin tuh pasal. Kita bakal ada quiz katanya" Ucap Jeno
