Entah berapa kali dalam kurun waktu hampir tiga tahun, Johnny sudah berpikir untuk berhenti kuliah dan mengejar mimpinya sebagai fotografer andal. Akan tetapi, ibu nya menentang keras Hal itu. Mama Suh selalu mendorong Johnny untuk tetap bersekolah hukum. Apapun yang Johnny inginkan, dituruti oleh mama Suh. Bahkan ketika ia ingin mempunyai apartment sendiri atau bisa pulang kapanpun yang ia mau.
Ibarat kata johnny sudah terlanjur basah. Ia tenggelam mengarungi mimpi orang lain. Menyerah akan pada mimipinya sendiri. Johnny memandang langit-langit kamarnya dengan kehampaan. Ia sungguh lelah dengan semua ini. Ia berpikir ia bisa melewati semuanya. Membayangkan dirinya menjadi pengacara yang diimpikan ibunya benar-benar naif. Ia berkali-kali bersumpah untuk berhenti kuliah hukum. Namun ayahnya meneriakinya 'anak tidak tau diuntung'
Meskipun begitu, ia sempat bersemangat kuliah hanya karena seseorang meskipun itu hanya sebentar. Johnny mendengus kasar.
"F*CK"
Seandainya saja Jaemin menyukainya, ia akan sangat senang. Namun sekarang, pengandaiannya telah sirna. Dia tahu persis Jaehyun seperti apa. Laki-laki itu lumayan kompetitif juga, pikir Johnny lalu menghela nafas lagi.
/Tok tok tok/
Seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Johnny gak mau---
"Hai?"
"Eh hai, Jaemin?" Ucap Johnny terkejut. Ia kira itu daddynya.
"Boleh Jaemin masuk?" Tanyanya dengan sopan.
"Ya, masuk aja" balas Johnny lalu ia duduk menyandar di dasbor kasurnya.
"Ehmm kata Tante Suh. Kak Jo sakit?" Ujarnya khawatir
"Hmm ya begitu lah. Musim ujian kan?" Ujar Johnny retoris.
"Hmm ya sih. Kak Jo butuh sesuatu?" Tanya Jaemin dengan ragu
"Sesuatu? Gak. I'm okay" ucap Johnny lalu kembali berbaring di kasurnya.
"Kak Jo"
Jaemin memeluk Johnny dari belakang ikut berbaring di kasurnya.
"Hmm?"
"Jangan sakit"
"Oh."
"Jangan sedih"
"Ehm"
"Jaemin sayang kak Jo"
"Mwo?"
Johnny sontak berbalik Dan menghadap ke arah Jaemin. Keduanya saling bersitatap.
"Sebagai kakak" ucap Jaemin
"Big brother" lanjutnya lagi
"Okay little brother" ucap Johnny tersenyum kecil
"Nah gitu dong"
"Astaga. Gue anak tunggal ya" ucap Johnny
"Gapapa meskipun gak sedarah kan? Jaemin juga anak tunggal" ucapnya dengan lugu
"Yeah. Kita sama-sama anak tunggal. Mungkin karena itu kita nyambung?" Ujar Johnny setelah berpikir beberapa saat
"No" geleng Jaemin lucu
"Bukan cuma itu. Kita sama-sama suka fotografi" ucap Jaemin dengan senyuman manisnya
Johnny otomatis ikut tersenyum.
