unbearable (10)

511 42 2
                                        

Jaemin menyeka matanya yang sedikit berlinangkan air mata. Dadanya terasa sesak dan tubuhnya gemetar. Ia memberhentikan dan memposisikan mobilnya agak ke pinggir saat dering ponselnya berbunyi.

"Ya Jen? " Sahut Jaemin dengan terbata

"Lo di mana? " Tanya Jeno

"Gue masih di sekitaran kampus. Bisa jemput gue? " Tanya Jaemin cepat

"Ya share loc aja"

/pip /

Beberapa menit kemudian, sekelebat lampu menyorot ke arah mobil Jaemin. Ia melihat Jeno dan Haechan turun dari mobil mereka. Jeno dan Haechan membantu Jaemin berdiri dan memapahnya ke dalam mobil bagian tengah.

"Jaemin? Kenapa? " Tanya Mark kaget

"Gak tau, yang. Nanti aja tanyanya" Sahut Jeno setelah meletakkan Jaemin di tengah bersama Mark.

"Gue yang bawa mobil si Jaeman ye" Ujar Haechan dibalas anggukan oleh Jeno

Wajah Jaemin terlihat pucat pasi dan tidak mengatakan apapun selama perjalanan pulang.

"Gue mesti bilang apa ke nyokap lu Jaem? " Tanya Jeno saat ia fokus menyetir sambil melirik ke arah kaca tengah mobilnya.

"Jaemin masih lemes, Jeno. Bawa aja ke apart kamu" Sahut Mark melihat keadaan Jaemin yang dengan tatapan matanya yang kosong.

Mobil yang dikendarai Jeno dan juga Haechan telah sampai di basement apartment Jeno. Keduanya setengah membopong Jaemin dan membaringkannya di sofa. Mark ikut membantu, membeberkan selimut dari dada hingga menutupi kaki.

"Tolong bikinin teh Chan. Gue angkat telpon dulu" Ucap Jeno saat melihat layar ponselnya menunjukkan nama "Jaemin eommoni"

Jeno menswipe layarnya dan menekan loud speaker di ponselnya. "Ya yeoboseyo " Sahut Jeno.

"Jaemin baik-baik aja kan? " Tanya mamanya Jaemin khawatir

"Jaemin gapapa tante, lagi tidur, nginep di apart Jeno. " Ucapnya

"Oh ya syukur deh. Dia belum pulang juga. "

"Ya tante maaf baru ngabarin" Ujar Jeno beralasan.

/pip/

"Gue gak nyangka" Ucap Haechan setelah kembali dari dapur membuat teh.

"Sama gue juga" Angguk Jeno

"Gak mungkin deh Pak Presma nonjok Jaemin" Geleng Mark dibalas lirikan tajam Jeno

"Ih Jeno, jangan lihatin aku kayak gitu" Ucap Mark dengan takut.

"Lagian kita gak tau secara garis besar masalah nya apa. Cuma dari rumor  aja kan? " Ujar Mark mencoba meyakinkan Jeno dan Haechan

"Ya sih bener" Angguk Haechan menyetujui dibalas tatapan penuh tanya oleh Jeno

"Jeno, gue sempet ketemu Jaehyun sunbae di klub vokal. Gak mungkin dia nonjok Jaemin kayak di rumor tadi" Ucap Haechan

"Terserah. Yang pasti gue bakal bikin perhitungan" Ucap Jeno dingin membuat Mark dan Haechan bergidik ngeri.

"Gue pengen balik tapi males. Gue nginep juga ya" Ujar Haechan

"Ya gue ambil extra bed dulu" Ujar Jeno

"Aku pulang? " Tanya Mark saat melihat Jeno mengangkat kasur agak besar ke ruang tengah.

"Gak. Kamu nginep juga di sini. Istirahat" Ucap Jeno bak kalimat perintah.

"Tapi ----"

"Udah malem banget sunbae" Timpal Haechan

easy to love 1% (2Jae) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang