resentment (8)

507 40 2
                                        

Bisa dibilang Jaemin orang yang cenderung tidak pedulian dan cuek terhadap orang lain. Na Jaemin tidak akan serepot ini merawatnya hingga sembuh kalau bukan karena menyukainya. Bertanggung jawab hingga ia repot seperti ini bukanlah gaya Na Jaemin sekali.

*flashback

Sebelum Jaemin resmi menjadi mahasiswa kedokteran, ia pada saat itu harus mengurus administrasi setelah terdaftar sebagai calon mahasiswa yang lulus tes jurusan kedokteran. Jeno dan Haechan yang berada di kelompok soshum, mengharuskan Jaemin berpisah dengan kedua sahabat nya itu.

Jaemin saat ini mengantre dengan calon mahasiswa lainnya yang juga lolos tes masuk universitas untuk kelompok saintek. Nomor antrean Jaemin berada di angka 252. Ia mendengus kasar. Akan lama sekali berdiri mengantre hanya untuk menyerahkan berkas. Jaemin yang sedikit lapar karena belum sarapan, ia memutuskan untuk berkeliling kampus, mencari tempat makan yang enak atau mungkin apa saja untuk mengisi perutnya yang kosong.

Jaemin berjalan sambil memegang kartu antreannya dan juga berkas miliknya yang dibungkus amplop coklat. 'Wah bagus juga nih kampus' pikir Jaemin sambil melihat-lihat wilayah kampus tersebut. Ia tersenyum saat melihat ada sebuah vending machine berwarna merah tinggi menjulang.

Jaemin sedikit berlari untuk segera menghadap vending machine sambil merogoh sakunya, mencari-cari uang koin. Jaemin senang sekali bisa menemukan vending machine.

Namun sayangnya ia terlambat, seorang lelaki dengan jaket berwarna coklat telah mendahuluinya menggunakan vending machine tersebut. Lelaki tersebut terlihat terbengong dengan tatapan mata yang kosong, membuat Jaemin sedikit kesal karena lelaki itu sudah lah mendahuluinya menggunakan vending machine namun juga lama untuk sekadar memilih snack.

"Sn!cker enak kok" Ucap Jaemin menyarankan

Lelaki tersebut terlihat mengangguk dan mengeluarkan uang koin dari sakunya dan memasukkannya ke dalam mesin.

Sebuah cemilan yang disarankan Jaemin keluar dari sana. Lelaki tersebut mengambil nya dan kembali memasukkan koinnya lagi. Tampaknya lelaki itu tidak cukup makan satu coklat, membuat Jaemin menahan senyumnya.

"Thanks ya" Ucap lelaki itu sambil menoleh pada Jaemin. Terlihat dimple muncul di kedua pipinya saat tersenyum dengan rona merah samar di kulit putih pucatnya itu, membuat Jaemin membeku. Ia terpesona dengan lelaki yang tersenyum padanya tadi.

" Jay~" Panggil seorang gadis dengan rambut blonde berkilaunya datang dan menghampiri lelaki coklat sniker tadi. Ia tampak senang saat melihatnya. "Eiyy Rose, mau coklat?" Tawarnya sambil tersenyum.

'Oh pacarnya? ' pikir Jaemin

Seketika Jaemin entah mengapa jadi sedih saat melihat interaksi keduanya yang cukup akrab itu.

Saat mereka seperti itu, Jaemin masih berada di sana terlihat melamun dengan pandangan yang kosong.

"Ehm lo bisa pake sekarang" kata lelaki yang dipanggil Jay tadi, membuat Jaemin terkaget.

"Oh iya" Jaemin mengangguk cepat dan langsung berbalik arah menghadap vending machine.

"Calon maba ya? " Tanya cewek tadi pada pada Jaemin dan Jaemin hanya meresponnya dengan senyuman.

"Hei, kamu kok gigit cokelatku" Rengeknya membuat lelaki tadi terkekeh. Mereka akhirnya pergi dari sana meninggalkan Jaemin sendirian.

Jaemin memasukkan koin dan mengeluarkan minuman yang sudah dia pilih. "Namanya Jay?" Jaemin membeo. "Ah dia udah punya cewek ternyata. Belum tentu suka cowok juga" Geleng Jaemin.

Ia kemudian mengambil jus apel kotaknya. Ia kembali memasukkan koinnya lagi dan mengambil beberapa jelli dan permen untuk bekal dirinya menunggu antrean panjang.

easy to love 1% (2Jae) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang