Di hari Senin seperti biasa, Jaemin menyimak perkuliahan yang terasa monoton dan membosankan. Namun mau tidak mau harus ia dengarkan dengan baik. Rasa kantuknya ia tahan karena semalam ia tidak tidur lebih awal dan belum meminum kopinya.
Terpampang sebuah slide terakhir di layar besar di depan kelas.
"Ya ada pertanyaan? " Tanya dosen tersebut.
Beberapa orang bertanya dan menjawab dengan aktif termasuk Renjun dan Yangyang menimpali. Jaemin hanya menyimak saja sambil menatap dengan kosong diktatnya.
'Kapan ini selesai njir? Pengen tidur gue' ucap Jaemin dalam hati.
Beberapa saat kemudian, akhirnya sesi perkuliahan telah selesai. Sebagian besar mahasiswa terlihat membereskan alat tulis masing-masing ke dalam tas. Ada juga yang hanya membawa satu buku saja dan pulpen dan langsung keluar dari ruangan.
"Ren, makasih ya waktu itu udah nyatetin buat gue" Ucap Jaemin baru teringat dengan catatan yang ditinggalkan Renjun saat ia tidur di kelas.
"Hah? Catatan yang mana? " Tanya Renjun bingung
"Ini lho" Unjuk Jaemin menunjukkan catatan yang diberikan Renjun tempo lalu.
"Bukan. Itu bukan tulisan gue" Elak Renjun sambil menggeleng pelan.
"Eh, gue buru-buru ya. Ada kumpulan" Ucap Renjun pamit.
Jaemin menilik catatan miliknya yang ia pikir merupakan tulisan tangan Renjun.
"Iya ya kayak bukan tulisan Renjunnie" Ucap Jaemin
Jaemin mengernyitkan dahinya saat melihat tulisan yang agak aneh menurutnya, seperti familiar namun seperti bukan berasal dari tulisan tangan Renjun.
Renjun merupakan teman kampus pertama Jaemin bahkan saat menempuh ospek, ia yang selalu ada untuk Jaemin. Ia pikir Renjun lah yang membuat catatan untuknya.
"Ah bodo amat, hantu kali yang nulisin buat gue" Ucap Jaemin
"Makasih hantu" Ujar Jaemin nyeleneh lalu keluar dari ruangan perkuliahan tersebut.
Jaemin membuka kunci layar ponselnya. Jari jempolnya bergulir ke arah aplikasi chat milik nya yang jarang ia buka itu.
"Lah, Johnny Hyung tumben belum juga read chat gue? " Tanya Jaemin bingung
"Duh chat lagi gak ya" Ujar Jaemin menimbang
"Sibuk kali ya" Ujar nya lagi lalu mematikan ponselnya dan menaruhnya di saku.
"Jaem, lo udah bikin motivation letter? " Tanya Hyunjin
Kini keduanya berada di ruang aula untuk menyiapkan rapat nanti malam.
"Hah? OMO GUE BELUM JIN" Seru Jaemin dengan panik karena belum mengerjakan motivation letternya. Ia kelupaan mengerjakan tugas dari BEM karena keasikan bermain game seharian selama akhir pekan lalu.
"Aduh gimana ini? " Tanya Jaemin bingung
"Lo udah? " Tanya Jaemin
"Udah. Ini mau dikumpul" Respon Hyunjin
"Gak ngasih gapapa kali? " Tanya Jaemin
"Lah kan tugas" Balas Hyunjin
"Kan bukan tugas dari dosen" Kilah Jaemin
"Udah lah gapapa kali gak usah" Tambah Jaemin membuat Hyunjin memutar bola matanya malas
"Eh rapat ntar malem kan jam 8 an? " Tanya Jaemin
"Iya"
"Gue bisa balik dulu berarti. Bye Hyunjin" Ucap Jaemin
"EH KERJAIN JAEM" Teriak Hyunjin saat Jaemin sudah pergi jauh dari pandangan.
