19 - DITINGGAL ATHARKA

639 37 0
                                        

"Lo yang sabar ya! Gue yakin kok, lo pasti bisa capai nilai yang nyokap lo pengen. Ya meskipun lo harus dibanting-banting dulu sama keadaan."

***

ATHARKA dan Binara saat ini tengah berada di sebuah kafe yang sering dikunjungi Atharka dan teman-temannya untuk berkumpul. Tidak hanya berdua, Atharka juga mengundang Chalvin, Revan, dan juga Gavin untuk ikut hadir ke tempat itu.

"Kamu capek, ya? Sampe keringetan gini," ujar Binara sembari mengelap keringat Atharka yang membasahi pelipis cowok ganteng itu.

"Bu bos so sweet banget, iri gue," sindir Gavin yang tanpa sadar malah memeluk Revan.

Gavin memajukan bibirnya seolah ingin mencium sesuatu. Tanpa sadar wajah Gavin semakin mendekati wajah Revan. Atharka, Binara dan Chalvin yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya. Sedangkan, Revan malah ikut mendekatkan wajahnya.

"Sini cium aku, sayang." Revan lebih mendekatkan wajahnya ke arah Gavin.

Merasa ada yang aneh, sedetik kemudian Gavin membuka matanya perlahan. Cowok itu terkejut melihat bibir sahabat gesreknya yang hanya berjarak satu senti dari bibirnya.

"AAAAAA, BADUT!" pekik Gavin.

Revan menampar ringan wajah Gavin. "Sialan lo, kampret!"

"Lo yang tadi nyosor gue!" bantah Revan.

Gavin bergidik ngeri saat mengingat kejadian barusan. "Gue pikir tadi cewek gue, ternyata setan."

"Gavin suka ya sama Cylla?" tanya Binara yang membuat jantung Gavin berdetak cepat.

"SERIUS LO, PIN? LO SUKA SAMA Cylla? Beruntung sih lo, salut gue," puji Revan heboh.

Gavin menjadi salah tingkah sendiri. Sebenarnya ia juga tidak tau dengan perasaannya sendiri. Awalnya ia menyukai Mikaila, tapi karena ia mengetahui Revan juga menyukai cewek itu Gavin mencoba untuk membuang perasaannya. Jujur, selama ini Gavin mendekati Cylla hanya untuk melupakan perasaannya pada Mikaila.

Karena bagi mereka, persahabatan yang mereka jalin selama ini is everything. Mereka tidak ingin persahabatan mereka hancur hanya karena masalah cewek.

***

"Lo ngapain ngajak gue keluar?"

Alice terus berjalan menyusuri jalanan malam yang ramai. Dengan Raphael yang berada di sampingnya. Cewek itu terus terlihat murung seolah banyak pikiran yang menumpuk di kepalanya.

"Gue pusing di rumah."

Raphael tertawa kecil. "Nyokap lo lagi?"

"Iya lah, siapa lagi kalo bukan nyokap? Papa? Nggak mungkin banget, Papa pengertian orangnya nggak kayak Mama."

Mereka berhenti di sebuah bangku panjang taman. Pandangan Alice lurus ke depan, sedangkan Raphael? Cowok itu sibuk memperhatikan wajah cantik Alice yang tampak natural malam ini. Raphael menatapnya lekat seakan ingin tau banyak tentang cewek itu. Selama ini Alice yang ia kenal, adalah penyebab utama kekacauan hubungan Atharka dan Binara. Tapi, ternyata banyak rahasia yang cewek itu simpan di dalamnya

"Emang sampai segitunya keinginan nyokap lo itu?" tanya Raphael tak percaya.

"Ya gitu deh, Mama gue terlalu gengsi sama keluarga Papa. Mama pengen gue bisa lebih unggul dari keluarga Papa."

"Selama ini gue udah berusaha banyak buat capai nilai sempurna biar Mama nggak terus-terusan caci-maki gue. Tapi, Mama nggak bisa lihat usaha gue, yang pengen Mama tau cuma gue dapet nilai yang sempurna," jelas Alice panjang lebar.

Raphael mengelus punggung tangan Alice. Pandangan keduanya saling bertemu. "Lo yang sabar ya! Gue yakin kok, lo pasti bisa capai nilai yang nyokap lo pengen. Ya meskipun lo harus dibanting-banting dulu sama keadaan."

"Gue bakal dukung apapun usaha yang mau lo lakuin. Kalo lo butuh temen buat belajar, buat cerita, atau sebagainya gue bakal selalu siap!" ucap Raphael antusias.

Alice tersenyum manis. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa ia mempunyai teman sebaik Raphael, meski kadang cowok itu menyebalkan. Tapi, terkadang Raphael juga yang selalu ada untuknya. Tapi jika ditanya tentang perasaannya, ia masih belum bisa memastikan itu.

***

"Ka! Ke rumah, ya? Neva panggilin nama kamu terus dari tadi ..."

"Emang Neva kenapa, Tante?"

"Dari tadi sore Neva demam. Kamu ke rumah, ya? Tante tunggu."

Setelah mengatakan itu sambungan teleponnya pun terputus. Atharka harus bagaimana sekarang? Di posisi saat ini ia bingung harus lebih memilih menemani Binara atau datang ke rumah Nevasha. Jika ia datang ke rumah Nevasha, Binara pasti marah. Namun, ia juga tidak bisa mengecewakan Farah—Mama Nevasha yang sudah lama mengenalnya.

"Kenapa, Ka?" tanya Chalvin peka.

Karena sekarang tidak ada Binara jadi, kondisi aman. Atharka mencoba berbicara pada Chalvin. Tidak dengan Revan dan Gavin, karena sudah bisa dipastikan mereka berdua tidak bisa terlalu lama tutup mulut. Hanya Chalvin yang bisa diandalkan.

"Gue minta tolong sama lo, ya? Darurat soalnya. Gue traktir deh besok, gimana?"

Chalvin menaikkan sebelah alisnya. "Apa?"

"Gue titip Binara, ya? Ntar lo anter pulang aja, kalo enggak lo suruh naik taksi aja buat pulang."

"Lah, bukannya-–"

"Diem dulu!"

"Gue mau ke rumah Neva sekarang. Soalnya dia lagi sakit, ini juga karena disuruh nyokapnya. Gue gak enak kalo mau nolak, selama ini nyokap Neva udah baik sama gue, boleh ya?"

"Ayo lah, Chal ...."

"Lo harus tolongin gue."

"Genting banget soalnya."

"Cepat iyain, bego!"

Chalvin berdecak pelan. "Hm," jawabnya singkat.

"Bagus! Lo emang sahabat gue yang paling top!"

"Ye."

Sebenarnya Chalvin juga tidak yakin bisa mengendalikan situasinya nanti. Tapi, karena ia pengertian kepada sahabat-sahabat laknatnya, ia akan berusaha. Tidak ada salahnya, bukan? Jika, tidak sesuai ekspektasi maka itu semua bukanlah salahnya. Yang penting ia sudah mencoba dan berniat baik.

Atharka segera mengambil kunci mobilnya di tas Binara, lalu bergegas secepat mungkin sebelum Binara kembali dari toilet. Atharka tau jika ia melakukan hal ini cowok itu akan mendapatkan masalah. Tapi, ia harus bisa menerima konsekuensinya, kan?

Atharka sudah tau ia akan kembali bertengkar dengan Binara. Tapi, Atharka juga tau bahwa pada akhirnya, Binara juga akan tetap memaafkannya. Selalu seperti itu, Atharka yang membuat kesalahan dan Binara yang selalu memaafkan kesalahan cowok itu.

Hingga, bagi Atharka hal semacam itu hanya akan menjadi masalah kecil baginya.

***

finished; 3.32 pm.
typed with 915 words.
kindly vote, comments, and share ‼️
follow me on ig; @chaindaputri

- lama ya ga ketemu ATHARKA? AHAHA. kalian sih kurang gacor haha. jadi sebulan dua kali kan updatenya 🤪
ayo semangat biar chai cepet update <3

- adiós 🐞

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang