44 - KEPULANGAN ATHARKA

750 23 3
                                        

hi, every!

how's ur day?

sebelum baca, pastiin dulu kalian udah vote di setiap partnya, dan komen di setiap paragrafnya. jgn lupa buat share juga, ya. enjoy 💋🥂

_______________

"Atharka udah pulang, Bi."

***

TERLIHAT Reno menggunakan pakaian serba putihnya berjalan menjauh. Tiga langkah berjalan, pria itu membalikkan badannya dan tersenyum ke arahnya. Tangannya melambai seolah mengajak dirinya untuk ikut bersamanya.

Sosok Atharka kecil berjalan riang menghampiri Papinya. Reno merangkul pundak Atharka untuk berjalan bersamanya.

Mereka berdua berjalan menjauh dari pandangan. Berjalan tanpa beban dengan senyuman di bibir keduanya. Seraya berbincang asik entah apa yang mereka obrolkan.

Tapi satu yang pasti, mereka terlihat sangat bahagia. Sangat. Hingga keduanya hilang dari pandangan. Ditelan oleh cahaya putih yang menyilaukan kedua mata.

***

Pagi ini acara pemakaman Atharka dilaksanakan. Tetesan air hujan masih terus turun walau hanya sedikit. Langit terlihat mendung dengan awan hitamnya, seakan ikut merasakan kesedihan atas perginya Atharka untuk selamanya. Makam cowok itu tepat bersebelahan dengan makam Papinya.

Di pemakaman hanya menyisakan Zio, Chalvin, Revan, Gavin, Nevasha, Sesil, dan Mami Atharka yang tetap dalam pengawasan pihak penjara. Beberapa pelayat lainnya sudah pulang sekitar sepuluh menit yang lalu. Sedangkan ketiga sahabat Binara tetap menjaga cewek itu di rumah sakit.

Rasanya masih sulit untuk dipercayai. Atharka, sosok ketua OSIS dan sahabat yang sangat berpengaruh bagi mereka. Kepergiannya sudah pasti akan meninggalkan banyak luka. Para sahabat Atharka kehilangan sosok sahabat yang sangat solid, keluarga Atharka kehilangan sosok anak dan adik yang sangat penyayang, dan Aksara Bangsa kehilangan sosok ketua OSIS yang sangat bijaksana dan kompeten dalam tugasnya.

Belum lagi Binara. Sampai saat ini cewek itu belum mengetahui satu fakta menyakitkan ini.

Oliv sedari tadi masih dalam posisi awalnya. Menumpukkan kepalanya pada nisan bertuliskan nama Atharka. Tatapannya kosong, air matanya terasa sudah mengering karena terus menangis. Tangannya memeluk nisan baru itu. Dirinyalah yang paling merasakan kehilangan sosok Atharka. Putra kesayangannya. Rasa bersalah kembali menggelora di dalam hati wanita itu. Karena sampai Atharka pergi pun ia masih belum bisa menjadi Ibu yang bisa membanggakan bagi Atharka. Ia malah mengecewakan cowok itu dengan bertubi-tubi di akhir hayatnya.

"Maafin Mami, sayang. Mami belum bisa jadi Mami yang baik buat Athar." Oliv memejamkan matanya bersamaan dengan lelehan air mata yang kembali luruh dari kelopak matanya. "Anak Mami anak baik. Tuhan tau itu. Makanya dia jemput Athar lebih awal biar nggak terlalu banyak ngerasain sakit lagi karena Mami."

Sementara itu, Sesil terus menangis dalam pelukan Zio. Bahkan tadinya gadis itu sempat pingsan mendengar kabar dari adiknya itu.

"Lo cuma izin buat nyamperin Binara, Ka. Tapi, kenapa sampai kayak gini?" tanya Sesil menatap gundukan tanah di depannya.

Zio mendekap tubuh Sesil yang lemah. Bahu gadis itu terus bergetar dengan tangisannya yang kembali pecah. Zio mengusap lembut punggung Sesil dan membisikkan beberapa kata-kata yang ia harap dapat menenangkan gadis itu.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang