40 - TAKDIR ATHARKA

316 20 0
                                        

hallo, chai here! how was ur day?

sebelum baca chapter ini, alangkah baiknya kalo kamu vote dulu dan komen di setiap paragrafnya, ya. don't forget to share this storie, enjoy!

________

"Gue hancur, Bi. Gue cuma butuh lo sekarang. Gue butuh pulang, dan satu-satunya rumah gue saat ini cuma lo. Cuma lo, Bi ...."

***

"KELUARGA pasien atas nama Binara?"

"Saya, Dok!" Zio baru saja tiba di Rumah Sakit.

"Mari ikut saya sebentar," ujar dokter itu.

Zio mengangguk, lalu ia mengikuti dokter itu sampai di sebuah ruangan. Zio duduk di kursi kosong yang tersedia di sana. Pikiran Zio tidak karuan, ia takut jika penyakit Binara kambuh lagi, atau malah semakin memburuk.

"Jadi apa yang terjadi sama adik saya, Dok?"

Dokter itu menunduk sebentar. "Kondisi adik kamu sekarang semakin memburuk, jantungnya juga sudah mulai melemah. Kita tidak bisa menunggu waktu lama lagi, hanya ada satu jalan keluarnya, tapi mungkin---"

"Jalan keluarnya apa, Dok, cepat kasih tau saya," ujar Zio tambah khawatir.

"Mencarikan donor jantung untuk adik kamu."

Deg.

"Do-donor jantung?" Rasanya ini tidak mungkin bagi Zio. Bagaimana bisa ia mencarikan donor jantung semudah itu untuk Binara.

"Ap-apa tidak ada jalan keluar lain selain itu, Dok?"

Dokter itu menggeleng.

Zio meninggalkan ruangan itu dengan beban pikirannya. Ia bingung harus mencari donor jantung di mana. Ia memijat pelipisnya. "Kenapa bisa sekacau ini sih arghhh!"

***

"Atharka?"

"Di mana Binara? Gimana kondisi dia sekarang?" tanya Atharka panik.

Revan menepuk-nepuk pundak Atharka pelan. "Dia masih belum bangun sampai sekarang. Lo yang sabar, ya?"

Tubuh Atharka melemas. Hampir saja tubuhnya terhuyung ke belakang, tetapi dengan sigap Revan menahannya. Ia tau bagaimana kondisi Atharka saat ini, cowok itu terlihat kacau. Bahkan Revan dapat melihat dengan jelas kantung mata Atharka yang terlihat agak menghitam itu.

"Gue ceroboh lagi buat jagain cewek gue. Harusnya tadi gue nggak ketiduran, ini semua salah gue."

"Harusnya gue lebih bisa jagain Binara."

"Ka, lo nggak perlu nyalahin diri lo sendiri, ini bukan salah lo."

"Iya, bener yang dibilang Revan, ini bukan salah lo. Binara jatuh secara tiba-tiba tanpa penyebab tadi di depan rumah lo."

Atharka mengusap air matanya. Ia menatap Chalvin penuh tanda tanya. "Rumah gue?"

Chalvin mengangguk. "Tadi dia dateng ke tongkrongan, terus dia nanyain soal lo. Tapi nyatanya lo lagi nggak sama kita, akhirnya dia nekat buat minta tolong ke gue buat nemuin lo di rumah."

"Terus abis itu waktu gue mau balik, tiba-tiba dia jatuh gitu aja."

"Lo kenapa sih, Ka? Lagi ada masalah di rumah?" tanya Selina.

Ting.

Alice
Nyokap lo ada di kantor polisi, cepetan lo ke sini.

Apalagi ini? Apa yang terjadi pada Maminya itu. Tadi ia harus terburu-buru ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Binara, tetapi sekarang ia harus ke kantor polisi untuk Maminya? Atharka bingung, ia pusing. Permainan takdir apa yang sedang dipermainkan Tuhan untuknya.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang