29 - GELANG UNTUK ATHARKA

413 29 0
                                        

"Lucu banget sih cewek gue."

***

MALAM ini Gavin akan mencoba berbicara dengan orang tuanya mengenai hubungannya dengan Nevasha. Gugup, takut, campur aduk menjadi satu. Gavin sangat tau bagaimana sifat Mamanya itu, pemarah, dan juga keras kepala. Tapi yang terpenting ia akan mencobanya dulu.

Wajah jenaka dan periang yang selalu ditunjukkan oleh cowok itu kini tergantikan dengan wajah tegang dan kakunya. Mencoba setenang mungkin, Gavin berjalan mendekati Mamanya.

Gavin menepuk pundak Mamanya, wanita itu sedang memasak di dapur untuk persiapan makan malam. Cowok itu menunduk lalu menghela napas pelan. "Gavin mau ngomong penting sama Mama."

Wanita itu hanya menaikkan kedua alisnya sebagai tanda tanya. Kemudian melanjutkan aktivitasnya sembari menunggu Gavin melanjutkan perkataannya.

"Gavin mau nikah."

Prang!

Piring yang tadinya ada di tangan Mentari–Mamanya Gavin, terjatuh ke lantai hingga menghasilkan beberapa kepingan kaca. Terlihat dengan jelas sebentar lagi amarahnya akan menguasainya karena ucapan tidak masuk akan yang keluar dari mulut putranya barusan.

"NGOMONG APA KAMU HAH!? BILANG SEKALI LAGI!?" sentaknya.

Gavin tak berkutik sama sekali.

"Nikah kamu bilang!? Kamu sekolah aja nggak bener! Nilai turun terus! Dan sekarang kamu bilang mau nikah!?"

"Ma, Gavin bisa cari uang sendiri buat kebutuhan Gavin sama pasangan Gavin nant. Sekarang Gavin cuma perlu restu Mama sama Papa," jawab Gavin mencoba meyakinkan.

PLAK!

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kanan Gavin hingga membuat cowok berwajah jenaka itu menolehkan pandangannya ke samping.

"Terus kamu pikir Papa kamu bakal setuju sama keputusan kamu, hah!? Gavin! Papa sama Mama sekolahin kamu di sekolah unggulan karena kita pengen kamu jadi anak yang berguna! Bukan malah jadi anak nakal kayak gini!"

"Susah payah Mama sama Papa nyari biaya buat kamu sekolah, buat kamu kuliah nanti tapi, balasan kamu gini!? Jawab Mama!"

Cowok itu bingung bagaimana cara menjelaskannya. Sebenarnya ia juga tidak mau membuat orang tuanya kecewa seperti ini, tetapi ia juga tidak mau kehilangan cintanya. Nevasha adalah satu-satunya perempuan yang ia cintai selama ini.

"Ma ... tolong ngertiin Gavin sekali ini aja. Gavin ngelakuin ini semua karena Gavin cinta sama dia Ma. Gavin nggak mau kehilangan dia ...," ujar Gavin jujur.

"Kalau kamu cinta, ya pertahanin dulu. Kalian masih sekolah! Urusan nikah itu masih lama, sekarang aja kalian masih duduk di bangku SMA!" sahut Brama---Papa Gavin dari tangga.

"Nggak bisa nunggu sampai tamat SMA, Ma, Pa, dia hamil ...," ungkap Gavin sedikit takut.

Semua terdiam. Saat ini hanya ada keheningan yang menyelimuti ruangan itu. Rasanya ingin berbicarapun tenggorokan mereka seperti tercekat. Mereka kehilangan kata-kata. Mentari mulai menitikkan air matanya, sedangkan Brama masih terdiam dengan ekspresi datar. Hati mereka terasa nyeri mendengar ucapan anaknya itu.

Bagaimana bisa, dan sejak kapan anaknya itu bisa melakukan hal sejauh ini? Apalagi gadis yang ingin ia nikahi sedang hamil di luar nikah. Mau sekotor apa nanti nama baik keluarganya, tidak di kantor, tidak di lingkungan rumah, pasti akan banyak orang yang mencemoohnya.

"Tolong ... kalian ngertiin Gavin sekali ini aja ya, Ma, Pa. Gavin bisa kok cari uang sendiri nanti."

"ENGGAK! PAPA NGGAK AKAN KASIH KAMU IZIN BUAT NIKAHIN GADIS ITU!"

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang