30 - KETERKEJUTAN ATHARKA

415 36 4
                                        

"Punya mahar apa kamu buat nikahin putri saya?"

***

NEVASHA tengah bersiap-siap di dalam kamarnya. Cewek itu mengenakan pakaian yang terlihat kebesaran di tubuhnya yang mulai membuncit. Tak lupa ia juga mengoleskan make up tipis di wajahnya, diakhiri dengan olesan lip balm di bibirnya, dan selesai.

Malam ini hatinya terasa sangat senang karena sebentar lagi ia akan mempunyai seseorang yang bisa mendampinginya dan juga menjaga bayinya. Nevasha tidak pernah menduga bahwa orang yang dari dulu ia tolak justru malah sekarang hanya orang itu yang mau membantunya dengan cara bertanggung jawab untuk apa yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawabnya.

Ada perasaan bersalah di hati Nevasha pada cowok itu. Karena pastinya akan berpengaruh pada masa depan Gavin juga, pendidikan cowok itu akan terhenti. Jika Gavin mau sebenarnya untuk melanjutkan sekolah pun masih bisa dilakukan cowok itu tapi, Gavin tidak mau meninggalkan Nevasha sedetik pun sebelum cewek itu melahirkan. Ia ingin Nevasha dan bayinya aman.

Farah sedang menyiapkan hidangan untuk tamu spesialnya di dapur. Sedangkan Robert, pria itu masih terus bergulat dengan pekerjaannya di ruang kerja. Farah sudah memintanya pulang sejak tadi sore, tapi ketika sampai di rumah nyatanya pria itu juga masih sibuk dengan pekerjaannya. Bisa dibilang, pria itu memang gila uang.

Nevasha keluar dari dalam kamarnya saat mendengar suara klakson mobil. Ia tau itu pasti Gavin. Cowok yang sedari tadi ia tunggu-tunggu dengan jantung yang berdetak kencang.

Suara bel menggema memenuhi rumah mewah itu, yang membuat Nevasha berlari cepat menuju pintu utama.

"Iya, sebentar!" teriak Nevasha seraya menuruni anak tangga dengan terburu-buru karena tidak ingin membuat tamu spesialnya menunggu lama.

Sesampainya di depan pintu, cewek itu tidak langsung membuka pintu. Ia mengatur napasnya, dan juga detak jantungnya terlebih dahulu. Saat ini cewek itu benar-benar gugup. "Oke. Calm down, Neva."

Ceklek.

Saat ia membuka pintu, tepat di hadapannya sudah berdiri seorang cowok jangkung yang berdiri tegap dengan mengenakan pakaian rapinya. Tapi sayangnya, cowok itu malah berdiri membelakanginya sehingga Nevasha tidak bisa melihat cowok dengan wajah jenaka yang sayangnya sangat tampan dan berhasil membuat Nevasha selalu salah tingkah sendiri saat didekatnya. Dengan perlahan tapi pasti Nevasha menepuk pundak cowok itu pelan.

"Hai?"

Cowok itu membalikkan badannya, jantung Nevasha serasa langsung berhenti berdetak saat melihat wajah cowok yang saat ini sedang tersenyum manis di depannya. Ingin sekali Nevasha berteriak dan merutuki kebodohannya selama ini yang selalu menolak cowok itu sebelumnya. Tapi semuanya sudah terlambat, hingga suatu kejadian buruk yang berhasil menghancurkan kehidupannya datang menerjangnya. Menyesal pun tak ada gunanya.

Setetes air mata berhasil jatuh dari kelopak mata Nevasha, cewek itu membalas senyuman manis Gavin dengan tulus. Ia tidak bisa membendung air matanya lagi saat melihat Gavin berdiri di depannya dengan satu bucket bunga di tangan kanannya, yang ia bawa spesial untuk calon istrinya. Masih calon. Itupun tergantung dengan direstuinya atau tidak. Nevasha tersenyum malu, pipinya memerah saat menerima bunga yang diberikan kepada Gavin kepada dirinya.

"UDAH DATENG YA, VA?" teriak Farah dari dalam yang membuat suasana canggung kedua remaja itu buyar.

"UDAH MA!" balas Nevasha berteriak.

"Ya udah yuk masuk. Udah ditungguin Mama sama Papa!" ajak Nevasha menarik tangan kanan Gavin dengan lembut.

Di ruang makan sudah ada Farah dan Robert. Farah masih mengira itu hanya teman biasa Nevasha. Pasalnya dari tadi Nevasha tidak memberitahunya siapa yang akan datang, dan ada keperluan apa. Gavin duduk di kursi kosong sebelah Nevasha. Sebelumnya cowok itu menarik kursi di sebelahnya untuk Nevasha terlebih dahulu.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang