20 - KEBOHONGAN ATHARKA

682 50 4
                                        

"Minta maaf emang gampang, Va. Buat maafinnya juga, kok. Tapi, apa ngilangin rasa kecewa di hati itu gampang?"

***

BINARA kembali ke tempat duduknya setelah selesai selesai dengan masalah kebeletnya. Namun, yang ia dapatkan malah membingungkannya, karena Atharka tidak ada di sana. Di sana hanya ada Gavin dan Revan yang sedang bergosip ria, dan Chalvin yang sedang bermain game di handphone-nya.

"Loh, Atharka mana?" tanya Binara.

"Ke rum---"

Dengan cepat Chalvin memutus perkataan Revan. "Rumah tantenya. Iya, rumah tantenya," jawabnya cepat.

"Tante Maria?"

"Ah, iya. Iya, Tante Maria, Bi," jawab Chalvin, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal pertanda ia benar-benar bingung.

Binara mengerutkan dahinya. "Tumben banget, ngapain emang?"

"Duh, gak tau juga ya. Atharka tadi buru-buru banget sampai lupa ngasih tau," jawab Chalvin mulai frustasi.

"Udah lah, Bi, santai aja. Atharka juga udah titipin lo ke gue, jadi entar lo pulangnya gue yang anter. Dia tadi buru-buru banget soalnya. Kalo gak penting gak mungkin kok dia ninggalin lo," lanjut Chalvin panjang lebar yang dipenuhi dengan kebohongan karena melihat ekspresi Binara yang sepertinya belum puas dengan jawaban cowok itu.

Binara duduk di sebelah Chalvin, ia mengambil handphone-nya dari dalam tas kecil miliknya. Kebetulan ia juga punya nomor Tante Maria. Binara sudah dekat dengannya karena sering diajak Atharka mengunjungi rumahnya untuk bermain dengan anak kembar menggemaskannya. Karena tidak puas dengan pernyataan Chalvin, Binara berniat untuk memastikannya sendiri.

"Yah, kok mati sih?" Binara terus mencoba menyalakan handphone-nya yang tiba-tiba mati.

"Kenapa, Bi?" tanya Gavin.

"Lo ada nomor Tante Maria, nggak?" tanya Binara menatap Gavin penuh harap.

"Enggak ada."

"Lo takut Atharka bohongin lo, ya?" tanya Revan menyipitkan matanya.

"Nggak tau. Tapi, perasaan gue nggak enak aja dari tadi. Lo bisa coba hubungin Atharka?"

Revan mengangguk. Ia mencoba menghubungi Atharka. Tapi, yang ia dapatkan tetap sama dengan Binara tadi, hanya suara operator yang terdengar dari sebrang sana. Revan juga ikut bingung, tumben sekali Atharka tidak mengaktifkan ponselnya.

"Nggak bisa, Bi. Nomornya nggak aktif."

Perasaan Binara jadi bertambah tidak enak. Ia takut terjadi sesuatu pada cowok itu. Ia yakin pasti Atharka belum lama meninggalkan tempat ini, dan rumah Tante Maria lumayan jauh dari kafe. Apalagi tinggal di kota yang ramai penduduk, yang dekat pun akan menjadi jauh.

"Chal, bisa anterin gue ke rumah Tante Maria? Gue khawatir sama Atharka ...."

"Aduh, gue nggak bisa, Bi. Gue abis ini ada janji sama Selina. Gini aja deh, lo gue anterin pulang sekarang, gimana? Jadi, lo bisa cas hp lo di rumah, terus bisa hubungin Atharka, gimana?"

"Gue butuhnya sekarang, Chal!"

"Vin, Van. Kalian ada yang mau anterin gue, nggak? Mau, ya?" Puppy eyes andalan cewek itu bahkan sudah ia tunjukkan saat ini kepada duo crocodile boys itu.

Melihat itu Chalvin langsung melotot ke arah Revan dan Gavin sebagai arti memberi peringatan kepada dua manusia terkutuk itu. Sebenarnya Chalvin juga merasa kasihan kepada Binara. Gadis malang itu mengira Atharka ke rumah Tantenya. Padahal? Chalvin yakin, kalau Binara mengetahui kebenarannya sudah pasti Binara marah besar kepada Atharka.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang