22 - TANGGUNG JAWAB ATHARKA

787 46 8
                                        

"Atharka udah lama putus dari lo! Gue yang perusak atau lo yang keganjenan?"

***

SUDAH ada satu jam lamanya Binara mendiamkan Atharka. Cowok itu berusaha terus untuk membujuk Binara, sejak ia pingsan di lorong tadi sampai ia sadar gadis itu tetap tidak mau berbicara dengan Atharka.

Dari Atharka membawakan roti kesukaannya, susu kesukaannya tetap saja Binara tolak. Atharka menjadi pusing sendiri karena Binara terus saja tidak mau berbicara dengannya. Padahal kemarin ia ke rumah Nevasha juga karena terpaksa. Bukan karena kemauannya sendiri.

"Bi. Sampai kapan sih lo nggak mau ngomong sama gue?"

"Bosen gue lo diemin kayak gini."

Merasa muak, Binara menoleh ke arah Atharka sebentar, lalu ia beranjak dari tempat duduknya. Cewek itu beralih duduk bersama Cylla dan Mikaila. Atharka menatap Binara jengah. Dua usahanya untuk membujuk Binara gagal.

"Lo nggak sama Atharka, Bi?" tanya Cylla.

"Males."

"Binara!" panggil Nevasha.

Tuhan, apalagi ini? Mendengar nama Nevasha saja sudah membuatnya kesal apalagi melihat wajahnya langsung. Rasa kesal Binara akan bertambah berkali lipat. Wajahnya yang sok lugu itu membuat Binara ingin muntah saja.

"Ikut gue bentar, yuk?"

Atharka yang merasa akan terjadi sesuatu yang tidak beres, lantas cowok itu langsung mehanan Binara untuk ikut pergi dengan Nevasha. "Lo nggak boleh pergi. Dia itu nggak waras."

"Bi, ada hal penting yang perlu gue omongin sama lo."

"Neva, lo pasti mau macem-macem 'kan sama Binara? Gue nggak akan kasih ijin Binara pergi sama lo."

"Apasih, Ka? Udah yuk, Bi!" Nevasha menarik tangan Binara cepat.

"Ka, lo susul kek! Binara diapa-apain baru tau rasa lo!" celetuk Cylla kesal.

***

"Lepasin tangan gue!"

"Lo ngapain sih bawa gue ke sini?"

Nevasha menatap Binara dengan tatapan benci. Tangannya juga mengepal seolah ada sesuatu yang ingin ia habisi saat itu juga. "Jauhin Atharka!"

"Maksud lo ngomong kayak gitu apa? Lo pengen balikan lagi sama Atharka? Nggak punya harga diri lo?" sambar Binara tak kalah pedasnya.

Mata Nevasha melotot tajam ke arah Binara. Rasa bencinya terhadap gadis itu semakin menjadi-jadi. "Lo itu perusak! Lo udah rebut Atharka dari gue! Dari awal gue temenan sama lo, gue udah benci banget sama lo!"

"Dengan cara lo temenan sama gue, lo bisa deket sama Atharka! Lo pikir gue sebodoh itu!?"

"Lo bilang gue perusak? Gue perebut? Otak lo di mana? Dengkul?"

"Atharka udah lama putus dari lo! Gue yang perusak atau lo yang keganjenan?"

Hampir saja tangan Nevasha berhasil mendarat di pipi mulus Binara. Akhirnya tangan itu berhasil ditahan oleh Atharka. Cowok itu datang tepat waktu. Jika tidak, pasti mereka berdua akan membuat keributan di sekolah.

"Lo berani tampar cewek gue?"

"Atharka ...." lirih Binara.

Atharka menghempaskan tangan Nevasha. Kini dirinya yang akan berhadapan dengan gadis tidak tau diri itu. Selama ini Atharka juga sudah muak dengan Nevasha. Gadis itu terus saja mengganggu dirinya dan juga Binara.

"Sebenernya tujuan lo sekolah di sini apa?"

Nevasha menunduk. "Ka ... Gue hamil anak lo," lirih Nevasha terisak.

"Lo–lo harus tanggung jawab soal anak ini! Gue nggak mau besarin dia sendirian!"

Deg.

Hati Binara tiba-tiba terasa panas. Apa benar yang dikatakan oleh Nevasha barusan? Apa benar Atharka telah menghamili perempuan itu? Apa benar Atharka sebejat itu? Ia tak tau apa-apa tentang permasalahan ini, banyak macam pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya.

Matanya terasa panas. Ia memandang lurus ke arah perut Nevasha, yang mungkin di situ ada bayi kecil. Binara tak sanggup menahannya. Ia berjalan mundur lalu lari meninggalkan Atharka dan Nevasha di taman itu. Rasanya sangat sulit ia percayai bahwa Atharka telah melakukan hal yang menjijikkan seperti itu.

"Jaga ya mulut lo! Gue nggak pernah lakuin hal sekotor itu!" murka Atharka juga sedikit shock mendengar penuturan cewek itu barusan.

"Liat sekarang! Binara marah sama gue gara-gara omongan sampah lo itu!

"Emang itu yang gue mau! Gue mau lo yang jadi Ayah dari anak ini! Gue cuma mau sama lo, Ka!" Nevasha memegang perutnya yang terdapat sebuah janin kecil di dalamnya.

"Neva! Lo punya otak nggak sih!? Harusnya lo minta pertanggungjawaban sama orang itu! Bukan malah dateng ke gue seenak lo!"

"Gue nggak mau, Ka! Gue maunya sama lo!"

"Lo tau nggak!? Dengan cara lo yang menjijikkan kayak gini, bikin gue makin benci sama lo!"

***

"Hiks, hati gue hancur, perasaan gue hancur, hiks ...," isak Binara yang kini berada di pelukan Raphael.

Raphael membalas pelukan Binara. Ia merasa ada yang tidak beres dengan cewek ini. Binara sangat jarang menangis di sekolah, tetapi kali ini Binara menangis. Entah karena permasalahan apa itu, tetapi sepertinya cukup besar.

"Udah dong nangisnya, lo cerita dulu. Kenapa?"

"Gue nggak mau cerita," balas Binara sesegukan.

Raphael mengerti. Mungkin Binara tidak ingin membahas permasalahannya. Atau bisa saja karena permasalahan itu hanya akan menambah rasa sakitnya. Ia mencoba membiarkan Binara menangis sepuasnya tanpa menyuruhnya bercerita.

"BINARA!" teriak Atharka dengan rasa penuh emosi melihat Binara memeluk Raphael.

Cowok itu menarik Binara paksa agar menjauh dari Raphael. Ia tak rela gadisnya dipeluk-peluk seperti itu oleh cowok lain selain dirinya. Binara itu hanya milik Atharka! Selamanya!

"Nggak usah kasar sama cewek!" peringat Raphael.

"Ini urusan gue sama Binara! Nggak ada hubungannya sama lo!"

"Lo apain Binara? Lo buat nangis Binara pake cara apalagi?" geram Raphael namun masih dengan gaya kalemnya.

"Raphael udah, nggak usah diladenin! Gue nggak mau ada keributan di sini."

Binara mengusap air matanya kasar. Ia menoleh sebentar pada Atharka, sorot matanya begitu panas bila ia menatap Atharka. Rasa bencinya perlahan muncul. Ia merasa sangat kecewa dengan cowok itu.

Di detik yang berbeda, Binara menarik tangan Raphael. Hal itu membuat Atharka mengepalkan tangannya. Ini semua juga karena perkataan Nevasha yang salah kaprah itu hingga membuat hubungannya dan Binara seperti ini.

"KITA PUTUS!"

***

finished; 1.15 pm.
typed with 913 words.
kindly vote, comments, and share ‼️
follow me on ig; @chaindaputri

- suppp?
emang sih belum memenuhi target, tapi aku udah pengen update bgtt. i didn't say this (about 'target') but sebenarnya aku tu punya target buat update hihi. let this be my secret 😜

anw, ada yang seneng ga mereka putus? hihi
aku tebak pasti udah ada yang dukung Raphael-Binara ahaha.

spam comments 4 next part !!

- adios 🐞

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang