33 - PERINGATAN BAGI ATHARKA

376 18 0
                                        

"Iya. Emang Binara kalah jauh sama lo, kalah dalam mental dan ketebalan muka!"

***

DEKORASI mewah dan elegan menghiasi cottage milik keluarga Gavin khusus untuk acara bahagia putra mereka. Acara pernikahan Nevasha dan Gavin tetap digelar begitu indah walaupun hanya beberapa tamu yang mereka undang. Karena bagaimanapun juga, pernikahan ini dapat merusak citra perusahaan. Jadi untuk sementara waktu mereka akan menjalani backstreet relationship.

Gavin bahkan memilih tempat yang tertutup dan jarang dijangkau khalayak untuk mereka gunakan sebagai tempat acara bahagianya.

Para tamu undangan sudah banyak yang hadir di sana. Juga beberapa teman Nevasha, itupun hanya teman dekat saja. Tidak lupa dengan Atharka, Revan, Chalvin, Binara, Cylla, Selina, dan juga Mikaila.

Mereka bertujuh terlihat tak kalah mempesona dari mempelai bahkan, semua perhatian para tamu tertuju ke arah mereka. Bagaimana tidak? Malam ini mereka terlihat lebih bersinar dari biasanya, dan juga terpancar aura dewasa dari diri masing-masing.

"Bagus juga ternyata design-nya!" seru Revan berbinar.

Atharka memukul kepala Revan pelan. "Design, design, sok ngerti aja lo!"

"Ka, aku mau puding itu ...." cicit Binara menarik-narik ujung kemeja Atharka.

"Nggak! Lo nggak boleh makan puding," tolak Atharka.

Binara menunjukkan ekspresi marahnya, tetapi hal itu justru malah membuat Atharka semakin gemas dengan cewek itu. Atharka melarang Binara makan puding karena ia tau cewek itu tidak bisa mengonsumsi makanan manis terlalu sering. Giginya itu sangat sensitif, jika nanti sampai sakit gigi Binara kambuh, dirinya lah yang akan menjadi orang pertama yang dicari oleh Zio sialan.

"Lo makan rendang aja, bagus buat nambah berat badan." Atharka menolak dengan memberi saran yang menurutnya baik.

"Aku mau puding, Ka!"

"Udahlah, Ka. Lo ambilin aja, dari pada cewek lo ngamuk lagi," ujar Cylla.

"Ck, nyusahin!"

Atharka berjalan ke arah pantry puding yang dimaksud pacar menyebalkannya, lalu mengambil dua potongan kecil puding itu, dan memberikan coklat leleh di atasnya. Setelah itu ia kembali ke arah Binara dan memberikan puding itu kepadanya. Cewek itu merasa sangat senang lalu memakan pudingnya dengan lahap.

Beberapa saat kemudian acara dimulai, Nevasha tampak begitu cantik dengan menggunakan gaun pengantinnya, juga Gavin yang terlihat begitu tampan dengan jas hitamnya. Atharka mengamati anggota keluarga sang mempelai satu persatu. Ada yang janggal, Atharka tidak melihat kehadiran orang tua Gavin dan juga Papa Nevasha di sana.

Acara itu terus berjalan dengan lancar, dan kini saatnya acara inti dimulai. Pemasangan cincin pernikahan sebagai tanda perikatan cinta keduanya untuk selamanya. Satu kecupan mendarat mulus di kening Nevasha. Keduanya tersenyum, tanpa sadar air mata Nevasha menetes karena rasa bahagianya yang tak dapat diungkapkan melalui kata-kata lagi.

***

"Mama?"

Wanita itu langsung berlari menjauh saat ia tau ada yang memanggilnya, ia mengenal suara itu. Itu suara Binara, anak yang ia rindukan selama ini. Tidak ada pilihan lain, ia tidak mau jika sampai Binara memintanya untuk pulang.

"Ma, tungguin Binara!" teriak Binara yang ikut berlari mengejar Dinda.

Tadinya Binara ingin pergi mengambilkan cake untuk Atharka tapi, yang ia temui malah Mamanya. Wanita itu terus berusaha menghindar dari pandangan Binara, ia mencoba bersembunyi di bawah meja. Binara terus berteriak memanggilnya.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang