41 - KETEGARAN ATHARKA

319 18 0
                                        

hallo, how's your day?
sebelum baca chapter ini, vote dulu, ya. dan komen di setiap paragrafnya, jgn lupa buat share juga. ily 💋🥂

_______

"Papi udah tenang di sana, Bang ...."

***

"LO NGGAK BISA PERGI DARI GUE ARKA!" teriak Alice yang masih terus berlari mengejar Arka.

Cowok itu nekat kabur dari rumah Alice karena ia sudah tidak tahan lagi dengan siksaan yang cewek itu berikan padanya. Bahkan sisa-sisa darahnya bekas tadi pagi masih berkucur dari lengan Arka. Terasa sangat perih, namun ia tetap menahannya.

Berusaha sekeras mungkin ia untuk lari dari Alice. Tidak disangka, langkah cewek itu semakin dekat dengannya. Arka tidak sanggup untuk lari lagi, ia lemas, kepalanya sudah mulai terasa pusing, langkah kakinya memelan, bersamaan dengan itu Alice tepat berada di belakangnya.

"Lo mau kabur ke mana lagi, bodoh?! Lo itu mainan gue. Lo nggak bakal bisa kabur dari gue!"

"Sekarang lo harus ikut gue balik ke rumah!" Alice hendak menyeret tubuh Arka, tetapi sayang seribu sayang, ia dikejutkan oleh kedatangan Atharka dan Raphael. Yang paling membuat jantung Alice serasa berhenti berdetak adalah, mereka berdua juga datang diikuti oleh satu mobil polisi.

"JADI BENER LO YANG UDAH SEMBUNYIIN ABANG GUE SELAMA INI?!" teriak Atharka sangat marah.

"Ath---Atharka."

"Kenapa? Lo kaget gue tiba-tiba ada di sini? Lo masih nggak nyangka kalau akhirnya perbuatan busuk lo itu terungkap juga?"

Alice membeku. "Ini semua gue lakuin buat balas dendam ke lo! Lo udah hancurin perasaan gue, Ka!"

"HANCURIN PERASAAN LO?! GUE NGGAK SALAH DENGER?! LO YANG SELINGKUHIN GUE, AL!"

"Gue nggak nyangka, Al. Lo tega lakuin ini, gue pikir selama ini lo itu orang baik, tapi lo malah nyiksa orang kayak gini."

"Polisi. Tangkap orang ini, dan jangan biarin orang gila ini kabur dari penjara," ujar Atharka, lalu selanjutnya polisi itu membawa Alice ke mobil untuk dibawa ke tempat yang sudah seharusnya menjadi tempat untuknya.

Atharka tidak menyangka ia masih bisa bertemu dengan Kakaknya setelah sekian tahun lamanya. Meskipun dengan kondisi yang berbeda saat ini. Atharka cepat-cepat membawa Arka ke dalam mobil Raphael. Ia takut keadaan Arka semakin memburuk karena darah yang keluar sudah sangat banyak.

"Thanks, Raph."

Raphael hanya membalasnya dengan anggukan serta senyuman.

***

Saat ini, kondisi Arka sudah agak membaik. Atharka tidak terlambat membawanya ke Rumah Sakit. Mungkin tadi bila ia terlambat membawa Arka ke Rumah Sakit, ia akan kehilangan Kakaknya lagi. Tapi untungnya ia berhasil membawa Arka ke Rumah Sakit tepat waktu.

Atharka dipersilahkan masuk ke dalam kamar rawat itu. Di sana terlihat kondisi Arka sedikit memucat, dan juga beberapa alat medis terpasang di tubuhnya. Luka pada lengan Arka yang tadinya terbuka kini sudah selesai ditangani. Para perawat keluar dari ruangan itu, kini hanya tinggal dirinya dan Arka di dalam sana.

"Gue nggak nyangka akhirnya gue bisa nemuin lo juga, Bang. Udah lama banget gue nungguin lo balik ke rumah ...."

"Lo cepet bangun, ya. Gue udah kangen berantem sama lo," canda Atharka.

Tak lama kemudian, kedua mata Arka perlahan terbuka. Atharka terlihat begitu senang bukan main, meskipun sepertinya pandangan Arka masih blur. Ia segera memanggil dokter untuk mengecek kondisi Kakaknya itu.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang