hi, every! how's ur day?
sebelum baca, pastiin dulu kalian udah vote di setiap partnya, dan komen di setiap paragrafnya. jgn lupa buat share juga, ya. enjoy 💋🥂
__________
"Terimakasih, Tuhan."
***
"INI Arka, Mi. Arka anak Mami ...." Arka membawa telapak tangan Oliv di pipinya. Oliv mengelus pelan pipi Arka. Setelah sekian lama ia tidak bertemu dengan anak pertamanya itu, kini ia akhirnya dipertemukan kembali juga. Meskipun dengan kondisi yang sangat berbeda dari mereka terpisah.
Tangan Oliv bergetar, mulutnya kaku hanya untuk mengeluarkan satu kata pun. Ia menatap putra pertamanya itu dengan pandangan tak percaya. Air matanya kembali luruh membasahi pipinya. Rasa menyesal kembali menghantuinya. Andai ia tidak melakukan kesalahan, ia pasti masih dapat pulang bersama anak-anaknya dan kembali menjalani kehidupan seperti biasa.
"Arka udah tau semua ceritanya dari Atharka. Mami yang kuat, ya? Arka pasti bakal sering-sering ke sini buat jenguk Mami," ujar Arka mencoba untuk menenangkan Maminya.
Oliv tersenyum getir. "Maafin Mami, Maafin Mami," tangis Oliv kembali pecah.
Dengan sigap kedua putranya langsung memeluk rubuh lemah Maminya dengan sayang, mencoba menenangkan Maminya. Oliv mencium kening kedua putranya dengan penuh sayang secara bergantian. Tanpa terasa mereka berdua ikut larut dalam tangisan Oliv.
"Atharka jagain Abang baik-baik, ya?" ujar Oliv dengan suara yang bergetar karena menahan tangis.
Atharka mengangguk. "Pasti, Mi," jawab Atharka dengan keyakinan penuh.
"Kita pulang dulu ya, Mi. Besok kita ke sini lagi ...," pamit Atharka.
"Iya. Kalian jaga diri baik-baik, ya? Jangan berantem terus di rumah," ujar wanita itu sembari mengusap pipinya yang basah.
Mereka keluar dari kantor polisi untuk kembali ke Rumah Sakit. Untung saja Rumah sakit yang Arka tempati masih satu Rumah Sakit dengan Binara, pacar Atharka. Jadi ia bisa lebih mudah untuk mengawasi keduanya.
***
Atharka membantu Arka untuk kembali berbaring di brankar rumah sakit tempat ia dirawat. Dengan perlahan Atharka membantu memposisikan tidur Arka di posisi ternyamannya. Seorang perawat juga membantu membetulkan posisi infus yang masih menempel di tangan Arka mengingat kondisi cowok itu yang masih sangat lemah.
Setelah tugasnya selesai perawat perempuan itu pamit untuk keluar dari ruang rawat inap Arka.
"Makasih, Sus," ujar Atharka sopan sebelum perawatnya benar-benar keluar.
Perawat itu tersenyum ramah menanggapi Atharka.
Tak berselang lama, Sesil masuk ke ruangan itu dengan wajah panik serta terkejutnya. Langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok laki-laki yang terbaring lemah di atas brankar.
"Kak," tegur Atharka yang juga terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Sesil.
"Ka. Ini .... Ini beneran Arka? Arka kita?" tanya Sesil tak percaya. Kaki cewek itu perlahan maju mendekati kedua cowok itu.
Atharka tersenyum, tangannya terulur meraih tangan Sesil untuk lebih dekat dengannya. "Iya, Kak. Ini Abang, Bang Arka," jawab Atharka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...
![ATHARKA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/241632267-64-k755108.jpg)