"Gue bakal coba buat balas perasaan Gavin, dan gue bakal buang perasaan gue ke Atharka jauh-jauh."
***
TOK
Tok
Tok
"Al? Lo baik-baik aja, kan?" Raphael berdiri di depan rumah Alice dengan wajah cemas. Tadi ia tanpa sengaja mendengar suara teriakan Alice yang membuat merasa ada hal yang janggal di rumah itu.
Beberapa lama kemudian Alice keluar dari dalam rumahnya dengan penampilan yang sudah rapi kembali. Cewek itu sangat pintar menyembunyikan semuanya. Alice tidak mempersilahkan Raphael untuk masuk ke dalam rumahnya. Ia dengan cepat menutup pintu rumahnya, jika ia membawa Raphael masuk ke dalam rumah ia takut suara Arka akan sampai terdengar ke telinga Raphael.
"Lo baik-baik aja, 'kan? Tadi gue denger ada suara lo teriak-teriak di dalam," ujar Raphael.
"I–iya, gue ... gue baik-baik aja, tadi gue cuma lagi latihan nyanyi. Iya, nyanyi hehe," alihnya.
Raphael terkekeh pelan. "Oh ... gue kira lo tadi dikasarin lagi sama nyokap lo."
"Eee ... lo pulang aja, ya? Gue mau tidur, ngantuk." Alice berusaha mengusir Raphael agar pulang, ia takut jika suara cowok yang tadi ia siksa terdengar kembali.
Raphael mengernyitkan dahinya. Samar-samar telinganya mendengar suara seseorang minta tolong, ia seperti mengenali suara itu. Suara itu tidak asing baginya. "Lo sama siapa di rumah?"
Deg.
Alice membulatkan matanya. "Gu–gue sama keponakan gue! Iya, sama keponakan gue ...."
"Lo balik aja, ya? Gue udah ngantuk." Alice mendorong bahu Raphael agar menjauh dari rumahnya. Raphael sempat menolaknya, tetapi Alice tetap berusaha mengusirnya.
"Al, lo nggak bohong 'kan sama gue?"
***
Besok adalah hari di mana Gavin dan Nevasha akan menikah. Memulai kehidupan baru, dengan seseorang yang sama di masa lalu, juga kehadiran satu orang baru, baby yang ada di dalam kandungan Nevasha.
Nevasha tengah berdiri di depan cermin besar di kamarnya dengan mengenakan sebuah gaun pernikahan yang sangat cantik, perpaduan warna lilac dan juga putih yang membuatnya begitu memukau, ditambah rambutnya yang panjang tergerai itu menjadi nilai plus untuk dirinya.
Ia tak berhenti tersenyum di depan cermin itu. Dengan mengelus perutnya yang sudah sedikit membesar, ia juga berkomunikasi dengan bayi kecil yang ada di perutnya. "Kamu sekarang udah punya Papa, sayang."
Sebagai respon, Nevasha mendapat tendangan kecil dari dalam perutnya. Ia terkejut sekaligus senang karena ini baru pertama kali bayinya itu memberi sebuah respon seperti itu. "Kamu udah nggak sabar, ya? Sama kok, Mama juga nggak sabar buat hari besok ...."
Cewek itu duduk di ayunan yang ada di balkon kamarnya. "Walaupun bukan Atharka yang nikahin gue, seenggaknya gue tau ternyata masih ada orang yang bener-bener sayang sama gue. Bahkan itu orang yang dulu selalu gue tolak."
"Gavin, satu nama yang selalu buat gue tersenyum."
"Gue bakal coba buat balas perasaan Gavin, dan gue bakal buang perasaan gue ke Atharka jauh-jauh."
***
"Jam berapa sih sekarang? Kok udah pagi aja, hoam ...." Binara kembali memeluk gulingnya, lalu menutup matanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...
![ATHARKA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/241632267-64-k755108.jpg)