28 - MASALAH ATHARKA

423 30 11
                                        

"Tapi gue salut sih sama lo. Lo masih bisa sabar nungguin cinta lo."

***

DARI kejauhan terlihat dua orang remaja sedang asyik bermain bola. Merebutnya, lalu menendangnya, sampai akhirnya berhasil memasuki gawang, dan mencetak gol. Dia adalah Arka dan Atharka. Adik kakak yang tengah bersorak karena kemenangannya itu tiba-tiba dikejutkan oleh suara seseorang yang selama ini mereka rindukan.

"KAK AKAAAA!" teriak seorang perempuan berumur dua belas tahun.

"Vana?"

Dengan penuh rasa senang, perempuan cantik bernama Vana itu langsung terhambur di pelukan Arka dengan cukup lama lalu ia juga menyalami Atharka. Atharka tidak tau apa-apa tentang Vana, dan asal usul gadis itu. Namun yang ia lihat Arka sangat bahagia dengan kehadiran perempuan dengan rambut panjang yang tergerai itu.

"Kak Aka, Vana kangen. Maaf ya Vana lama di luar kotanya ...," lirih Vana dengan menyebikkan bibirnya.

Arka tersenyum. Ia mengelus pelan pipi Vana, gadis itu terlihat salah tingkah saat Arka melakukan itu. Pipinya merah padam, samar-samar terlihat ia tersenyum manis. Sudah sangat lama Arka menunggu gadis itu pulang, Arka sangat merindukannya. Semua hal yang ada pada gadis itu, terutama senyum manis milik Vana.

"Kamu baik-baik aja kan selama di sana?"

"Papa kamu masih suka marahin kamu?"

Vana tersenyum. "Enggak kok, Papa udah bisa ngertiin aku. Itu juga berkat Kakak. Kakak yang udah buat Papa sayang sama aku lagi."

"Mama kamu? Sehat, 'kan?" tanya Arka lagi.

"Jadi kangen masakan Mama kamu," lanjut Arka.

"Mama sehat, Kak Aka mau main ke rumah?"

"Boleh emang?"

"Boleh, yuk!"

Atharka yang menyimak percakapan mereka berdua agak tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Soal masakan Mama, Papa yang marah, apa itu? Atharka tidak mengerti. Akhirnya ia memilih pulang duluan saja, karena sepertinya Arka dan Vana akan pergi berdua. Tapi sebelumnya, Arka sudah memberi peringatan pada Atharka agar tidak memberitahukan hal itu pada Maminya. Karena jika Maminya tau pasti Arka akan kena omel.

Sebelum Arka dan Vana pergi, Arka membisikkan sesuatu pada Atharka tanpa ada yang tau. "Gue cuma pergi sebentar kok, jangan bilang Mami ya."

Atharka mengangguk. Kemudian Arka kembali menyusul Vana yang kini sudah berjalan lebih dulu. Dengan pandangan kosong Atharka menatap kepergian mereka yang sudah menjauh dari tempatnya berdiri. Setelah itu ia membereskan barang miliknya yang ada di situ, lalu melangkah untuk pulang ke rumah.

Atharka pulang dengan rasa takut. Sesampainya di rumah, ia langsung menuju ke kamarnya tanpa menemui Maminya lebih dulu. Atharka juga tidak terbiasa untuk bohong, apalagi yang mencakup Arka. Ia berpikir sebentar, otaknya terus bekerja, mencari berbagai alasan yang tepat untuk Maminya. Arka yang berulah kenapa harus Atharka yang ribet.

Ceklek.

"Loh, Abang mana? Kok kamu pulang sendirian, Ka? Tadi Mami kira Abang di sini sama kamu, soalnya Mami cari di kamar juga nggak ada."

"Eh? Ehm ... itu Mi, Bang Arka tadi diajak main sama temennya, katanya buat tanding besok."

Wanita itu mengangguk. Setelah beberapa lama kemudian, ada bunyi telepon dari ponsel milik Atharka. Nomor tidak dikenal, tidak tertera juga namanya di situ. Atharka pikir mungkin itu orang iseng tapi, entah dorongan dari mana ia tetap menerima telepon itu.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang