"Segitunya kamu ngehargain Mama dia? Kamu boleh hargain orang lain, Ka. Tapi, kamu juga nggak boleh lupa sama apa yang harus kamu jaga baik-baik."
***
BINARA terus berjalan lurus ke arah depan dengan tatapan dan pikiran yang entah melayang ke mana. Pikirannya masih dipenuhi oleh rasa kecewa terhadap Atharka. Rasa kecewa yang begitu mendalam terhadap Atharka yang dapat membuatnya stress semalaman.
"Binara! Lo mau ke mana, sih! Dipanggil dari tadi nggak nyaut!" protes Mikaila.
Binara tetap meneruskan langkahnya tanpa memperdulikan suara-suara yang menggangu telinganya. Binara mengacuhkan suara-suara itu. Tujuannya sekarang hanya ingin ke toilet. Ia ingin melampiaskan amarahnya di sana. Entah dengan menangis atau menjerit sekencang-kencangnya. Karena ia tau toilet di AKSA kedap suara.
"Sel! Cyll! Sini, ih!"
"Kenapa, Kai?"
Mikaila menunjuk ke arah Binara yang sedang berjalan seperti orang tidak punya nyawa. "Binara kenapa, sih?"
"Gue juga nggak tau."
"I'm too, sih."
"Coba deh Sel lo tanyain ke Chalvin."
"Dih."
"Ya, lo kan ceweknya, abis jadian juga, kan?" ejek Cylla.
Mikaila melihat Gavin, Revan, dan Chalvin sedang berjalan menuju ke arah mereka berdiri. Dengan cepat cewek itu langsung memberi kode kepada kedua sahabatnya itu.
"Eh ciwi-ciwi kenapa, nih? Berdiri aja," tanya Revan dengan wajah jenakanya.
"Gak usah sok ramah lo!" ketus Cylla sangat tidak ramah kepada Revan.
"Badastt, galak amat sih jomb," balas Revan dengan menyentuh dadanya seolah terkejut.
"Udah deh, ribut mulu. Anyways, pas banget kalian ke sini, kita mau nanya soal Atharka sama Binara," ujar Selina sat, set, sat, set.
Deg.
Mampus!
Chalvin gugup. Ia takut Selina akan mengomelinya karena menyetujui permintaan Atharka kemarin. Lagi pula kemarin ia juga tidak memikirkan soal ini. Ini semua juga bukan sepenuhnya kesalahan Chalvin.
"Chal?" panggil Selina yang menyadari sikap Chalvin.
"Eh, iya?"
"Kemarin kalian main, 'kan? Jadi, pasti kamu tau mereka kenapa," ujar Selina penuh selidik.
"Aku nggak tau apa-apa soal ini, Sel. Aku cuma main biasa sama mereka," elaknya.
"Lo, Van?"
Revan menggeleng.
"Vin ... "
"Kan kemarin Chalvin yang–-" ucapan Gavin terhenti karena tiba-tiba merasakan ada seseorang yang menginjak kakinya dengan keras.
"Chalvin yang apa?" selidik Selina dengan muka dingin yang membuat mereka sedikit gugup apalagi Chalvin.
Chalvin hanya cengengesan. "Yang mabar maksudnya. Iya itu."
Selina adalah tipe orang yang tidak akan percaya semudah itu. Pasti ada suatu yang cowok itu sembunyikan. Ia menarik tangan Chalvin paksa. Entah cowok itu akan dibawa ke mana, intinya ia akan mengomeli Chalvin habis-habisan.
***
"BINARA!" teriak Atharka.
Binara hanya berhenti, tanpa menoleh. "Masih butuh aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...
![ATHARKA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/241632267-64-k755108.jpg)