43 - PAMIT ATHARKA

385 17 0
                                        

hi, every!

how's ur day?

sebelum baca, pastiin dulu kalian udah vote di setiap partnya, dan komen di setiap paragrafnya. jgn lupa buat share juga, ya. enjoy 💋🥂

_______________

"Gue titip Binara ya, Bang. "

***

"BANG, gimana kondisi Binara?" tanya Chalvin yang baru datang dengan begitu panik.

Baru saja Zio ingin menjawab pertanyaan Chalvin, pintu ruang rawat Binara terbuka menampakkan seorang
pria dengan pakaian khas dokternya.

"Keluarga pasien atas nama Binara?" panggil Dokter yang baru keluar dari memeriksa kondisi Binara.

Zio langsung bergegas ke arah suara itu. Ia sangat khawatir dengan kondisi Binara yang tiba-tiba memburuk. Apalagi dari raut wajah dokter itu sudah menunjukkan adanya perasaan tidak tenang.

"Kita tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi. Kondisi pasien semakin memburuk. Jika hal ini terlalu lama dibiarkan maka, pasien tidak akan bisa diselamatkan lagi," tutur Dokter itu.

Semua teman-teman Binara yang berada di sana mendengar semuanya. Mereka masih bertanya-tanya, apa kondisi Binara semengkhawatirkan itu, sampai-sampai Dokter berbicara seperti itu. Mereka semua tidak tau ada apa dengan Binara sebenarnya.

"Dok, apa tidak ada jalan keluar lain untuk menyelamatkan nyawa adik saya?" tanya Zio yang mengerti arah pembicaraan Dokter itu.

"Maaf, tetapi hanya itu satu-satunya jalan keluar yang bisa menyelamatkan nyawa pasien."

"Dokter! Kita sudah mendapatkan donor jantung untuk pasien atas nama Binara Helvana!" ujar seorang perawat yang datang dengan tergesa-gesa menghampiri mereka.

Dokter itu langsung cepat-cepat menuju tempat operasi. Sejenak perasaan Zio mulai membaik tentang adiknya. Tapi, ia masih tidak tau siapa orang yang sudah rela mendonorkan jantungnya itu untuk adiknya. Pasalnya sudah dari lama sulit sekali mendapatkan donor jantung yang cocok untuk adiknya itu.

"Jantung? Binara?" Selina berusaha mencerna baik-baik ucapan perawat tadi.

"Jad---Jadi ... selama ini?"

Zio menunduk. "Binara punya riwayat sakit jantung dari dia masuk SMA. Tapi, dia selalu sembunyiin itu dari semua orang. Binara cuma nggak mau bikin orang yang ada di sekitarnya sedih dan kasihan sama dia."

Mereka tertegun dengan perkataan Zio barusan. Mereka tidak menyangka jika Binara yang selalu terlihat humoris dengan menjalani kehidupan seperti tanpa beban sedikit pun ternyata malah memiliki beban yang paling berat untuknya. Tidak ada yang menyangka bahwa gadis itu mempunyai beban hidup seberat itu. Semua hanya tahu kalau Binara adalah gadis yang ceria dengan hari-harinya yang penuh warna

Tapi ternyata, Binara selama ini telah berhasil menutup rapat-rapat mengenai masalah terbesarnya itu.

***

Operasi Binara berhasil. Para perawat itu membawa Binara keluar dari kamar operasi. Juga masih dengan alat-alat medis yang terpasang di tubuh Binara. Dokter keluar dari ruang operasi itu untuk berbicara pada keluarga Binara yang berada di situ, terutama Zio.

"Bisa ikut saya sebentar?"

Zio mengikuti arah dokter itu pergi. Ia tidak sabar mendengar kabar baik tentang adiknya itu. Adik yang ia sangat sayangi.

"Operasi Adik kamu sudah berhasil. Tapi, pasien juga masih membutuhkan istirahat yang cukup, dan jangan biarkan pasien memikirkan hal yang berat-berat terlebih dahulu. Biarkan pikiran pasien tenang," tutur dokter itu.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang