38 - KEBERADAAN ATHARKA

262 17 0
                                        

"Jangan kambuh lagi, please. Demi Atharka.'

***

"KALIAN nggak sama Atharka?"

Revan, Gavin, dan Chalvin menoleh bersamaan saat tiba-tiba Binara datang. "Enggak tuh. Kayaknya dia lagi urusin Vana."

"Masalah Vana udah beres, dia juga udah pindah dari sini," ujar Binara.

"Hah? Serius lo?" tanya Chalvin tak percaya.

Binara mengangguk. "Iya, Abang gue yang cerita."

"Bagus deh, jadi udah nggak ada lagi yang bisa ngehalangin hubungan lo sama Atharka," sahut Revan.

Berkali-kali Binara mencoba menghubungi Atharka, tetapi sampai sekarang cowok itu masih tidak menjawab teleponnya. Binara khawatir, ia takut ada suatu hal buruk yang terjadi pada cowok itu.

"Chal, gue boleh minta tolong sama lo? Anterin gue ke rumahnya Atharka, ya? Please ...."

Chalvin dan teman-temannya saling berpandang mata. "Yaudah, oke. Tapi, cepetan ya, Selina mau ke sini soalnya."

Binara mengangguk. Chalvin berpamitan dengan teman-temannya, lalu mereka berdua bergegas menuju parkiran. Binara mengenakan helm yang diberikan oleh Chalvin padanya. Kini mereka sudah siap, dan sekarang tinggal berangkat menuju rumah Atharka. Semoga saja tidak terjadi hal buruk yang menimpa Atharka.

Malam ini terasa sangat dingin, entah kenapa udara di malam ini lebih dingin dari biasanya. Atau hal ini hanya Binara sendiri yang merasakannya. Padahal ia sudah mengenakan pakaian hangat yang disarankan Zio tadi dari rumah, tetapi sepertinya itu masih kurang untuk menghangatkan tubuh Binara.

'Jangan kambuh lagi, please. Demi Atharka.'

Binara terus memegangi dadanya yang tanpa ia sadari terasa semakin sakit. Ia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Ia tidak mau sampai di rumah Atharka, dengan penyakitnya yang kambuh lagi.

'Please ... jangan sekarang ....'

***

Lagi-lagi malam ini Farah berhasil dibuat curiga oleh Robert. Ia tanpa sengaja menemukan noda berwarna merah pada kemeja pria itu, seperti bentuk bibir seseorang. Tidak hanya berhenti di situ, Farah juga memeriksa semua isi ponsel suaminya itu, tidak ada apa-apa. Lalu tangannya mulai bergerak menuju salah satu aplikasi yang ada di sana, ia membuka galeri.

Total hanya ada puluhan foto di galeri Robert, dan dari beberapa terdapat foto seorang perempuan asing. Ia pikir mungkin itu hanya teman kerja suaminya, tetapi setelah ia perhatikan lebih detail lagi, di sela foto itu nampak Robert sedang mengenakan jas hitamnya.

"Ini siapa, Mas?" Farah menunjukkan foto yang tadi ia lihat tepat di depan wajah Robert.

"I–itu ...."

"Kamu selingkuh lagi?"

"KURANG PUAS KAMU SELINGKUHIN AKU BERKALI-KALI?!" Nada bicara Farah sudah mulai meninggi. Ia kehabisan rasa sabarnya untuk Robert.

Robert tidak berkutik sedikitpun. Ia tau dirinya juga salah, tetapi ia seperti ini juga karena Farah yang sekarang terlihat sangat membosankan. Sudah tidak seperti dulu lagi. Bagaimanapun juga Robert juga laki-laki yang mempunyai napsu. Terutama dalam kecantikan seorang perempuan.

"Aku kayak gini juga gara-gara kamu. Aku bosen tiap hari liat kamu yang udah nggak bisa buat ngrawat diri."

Kedua mata Farah menatap Robert tak percaya. Ia seperti ini juga karena semua tugas rumah yang harus ia emban. Bahkan Farah sendiri juga sangat jarang bisa mendapat kesempatan untuk keluar rumah, meskipun itu hanya ke salon.

"Gimana pun juga aku juga laki-laki biasa. Aku—"

"Aku apa, hah?! Selama ini kamu tau sendiri, aku sesibuk apa di rumah! Bahkan nggak ada orang yang bantuin aku, kamu sendiri yang ngelarang aku buat cari karyawan, Mas!"

"Buat ke salon aja aku selalu nggak ada waktu! Setiap hari aku cuma di dapur, buat nyiapin semua pesanan catering. Itupun cuma aku sendiri, Mas!"

Farah masih tidak menyangka jika Robert melakukan hal itu lagi padanya. Farah sendiri juga tidak mau hal seperti ini terjadi lagi. Ia juga bisa saja mempercantik dirinya lagi, tetapi waktunya selalu tidak cukup, ia harus mengurus urusan rumah sendiri, dan juga urusan catering sendiri.

Saat Farah hendak mencari karyawan, pasti Robert selalu melarangnya, dengan alasan ia takut ada yang bermain curang.

Tanpa berucap lagi, Robert melengos pergi dari hadapan Farah. Sedangkan wanita itu terduduk lemas, hatinya terasa sakit, entah sampai kapan suaminya itu mempermainkannya. Ia menangis sepuas-puasnya tanpa ada yang mengetahuinya.

***

finished; 6.18 p.m
typed with 642 words
kindly vote, comments, and share ‼️
follow me on ig; @chaindaputri

jangan lupa rekomendasiin cerita ATHARKA ke temen-temen kalian 💗

- adiós 🐞

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang