sebelum baca, aku mau nanya dong. kalian dapet cerita ATHARKA darimana?
***
"Gue percaya kok sama Atharka, Atharka nggak bakal kayak gitu."
***
"LO lucu."
"Mau temenan sama gue nggak?"
Binara merasa canggung berada di posisi seperti in. Di satu sisi ia tau Nevasha adalah mantan Atharka, di sisi lain sepertinya Nevasha juga cewek yang mudah bergaul dan berteman.
"Kenapa mau temenan sama gue?" tanya Binara penasaran.
Nevasha tersenyum. "Gue liat lo baik, dan gue butuh temen di sekolah ini. Secara gue anak baru di sini."
Binara mengangguk pelan. Ia tersenyum kemudian ia mengulurkan tangannya pada Nevasha sebagai tanda pertemanan mereka. Cylla, Mikaila, dan Selina sebenarnya keberatan melihat sikap Binara yang welcome terhadap Nevasha mengingat siapa cewek itu. Tetapi jika ini pilihan Binara yasudah, mereka tidak bisa apa-apa lagi.
Selina mendekatkan posisinya pada Binara, lalu membisikkan sesuatu di telinga cewek itu. "Lo nggak takut hubungan lo dirusak sama dia?"
Binara terdiam sebentar lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Hm ... ngomong-ngomong, gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo?" tanya Binara pelan.
Nevasha menyipitkan matanya. "Nanya soal apa?"
"Lo–lo ... kenapa bisa putus sama Atharka?"
Deg.
Kenapa harus pertanyaan ini yang keluar dari mulut cewek di hadapannya saat ini? Apa tidak ada yang lain? Nevasha sudah tidak ingin mengingat tentang penyebab sebenarnya ia bisa putus dari cowok itu. Hanya mendengar pertanyaannya saja sudah sakit, apalagi untuk bercerita.
Binara yang melihat perubahan dari Nevasha pun jadi merasa tidak enak hati. Binara sadar jika mungkin tadi pertanyaan itu membuat Nevasha merasa tidak nyaman. Bahkan sekarang cewek itu tidak menjawab pertanyaannya sama sekali dan memilih untuk bungkam.
"Gu–gue minta maaf–"
"Gue bakal cerita soal ini ke lo. Tapi nggak sekarang, gue ... gue ke kelas dulu!" jawab Nevasha cepat memotong ucapan Binara. Nevasha berdiri dari duduknya dan berjalan menyusuri koridor.
"Apa ada rahasia besar yang dulu terjadi sama kalian?"
***
"Hai, Ael!" sapa Binara, tersenyum ramah. Cewek itu berlari kecil di koridor kelas guna menghampiri cowok jangkung yang sepertinya baru dari kantin itu.
Cowok itu menoleh merasa jika ada yang memanggilnya. "Eh, hai!" jawab cowok itu balik tersenyum setelah mengetahui pelakunya.
"Lo kok udah masuk, udah dibolehin masuk sekolah emang sama Abang lo?" tanya Raphael ketika Binara sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Sebenernya nggak boleh, tapi karna gue maksa akhirnya dibolehin. Gue bosen di rumah terus," jawab Binara mengerucutkan bibirnya.
Jangan tanya Raphael tau darimana tentang Bang Zio. Karena sekarang cowok itu sudah menjadi salah satu teman dekat Binara, entah mulai dari kapan dan bagaimana.
Raphael mengangguk mengerti. "Nggak sama Atharka?"
"Atharka lagi ada urusan sama anak-anak OSIS lainnya."
Tiba-tiba cewek itu menatap Raphael cepat. "Oh iya! Lo kan juga anak OSIS. Kok nggak kumpul?" tanya Binara, baru ingat satu fakta itu.
"Hehe, nggak ah. Males," jawab Raphael nyengir kuda sehingga kedua matanya terlihat menghilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...
![ATHARKA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/241632267-64-k755108.jpg)