36 - KEHANCURAN ATHARKA

469 19 0
                                        

Play now; Love the Way You Lie by Rihanna, Eminem 🎶

_______

"ATHARKA KECEWA SAMA MAMI!"

***

"Gue nggak nyangka kalau Raphael yang jadi korbannya," ucap Chalvin.

"Iya, kasian Raphael ...."

"Ini semua salah gue. Raphael kayak gini gara-gara gue." Binara yang tiba-tiba datang menyahut obrolan Chalvin dan Selina.

Selina memberi kode pada Chalvin agar pergi meninggalkan mereka untuk beberapa saat. Mungkin kali ini Binara membutuhkan teman untuk bercerita, dan Selina akan selalu siap menampung semua cerita sahabatnya itu, kapanpun Binara membutuhkannya.

"Sini, Bi. Duduk dulu," ajak Selina dengan tersenyum manis.

Binara patuh, pandangannya mengarah ke depan dengan tatapan kosong. Ia masih merasakan trauma akibat kejadian semalam. Hal itu tidak pernah terpikirkan olehnya selama ini, apalagi sampai harus melibatkan Raphael. Bahkan sampai membuatnya celaka.

Bibir Binara bergetar, matanya mulai memerah. Ia sedih bila mengingat kejadian itu lagi. "Ini semua gara-gara gue, Na. Kalau malam itu gue nggak minta tolong sama Raphael, mungkin dia nggak bakal kenapa-kenapa sekarang ...."

Selina mengusap kedua pundak Binara, bermaksud memberikan ketenangan untuk cewek itu. "Bi ... ini bukan salah lo, kok."

"Enggak, Na ... ini tetep salah gue ... gue yang udah buat Raphael celaka ...."

"Udah—" Pembicaraan Selina terpotong karena ia melihat Atharka yang baru datang dengan memberikan kode untuk segera meninggalkan tempat itu.

"Bi, gue pergi dulu, ya. Tuh, Atharka udah dateng, kayaknya dia yang paling cocok dengerin keluh kesah lo."

"Bye, Bi. Jangan sedih terus."

Setelah Selina pergi, Atharka langsung menempatkan dirinya untuk duduk di sebelah Binara. Tangannya perlahan mengusap pipi cewek itu yang basah karena air matanya, sontak Binara menoleh ke arah Atharka. Mata mereka bertemu, Atharka tersenyum tipis.

"Nggak usah cengeng, lo jelek kalau nangis," ejek Atharka.

"Nyebelin."

"Maafin aku, Ka ... aku udah buat Raphael celaka ...."

Atharka menggeleng pelan. Ia menyibakkan rambut Binara yang menutupi wajah cantiknya ke belakang. Ia tidak ingin berkata banyak pada cewek itu. Ia menghembuskan napas pelan.

"Sini peluk."

Binara menerima pelukan Atharka. Cowok itu mengerti saat ini Binara sedang membutuhkan pelukan, bukan hanya sekedar didengar. "Lo sedih banget kayaknya ...."

Binara melepas pelukan Atharka. "Aku sedih karena aku merasa bersalah sama Raphael ... Raphael udah banyak berbuat baik ke aku, tapi aku malah buat dia celaka ...."

"Lo khawatir banget sama Raphael?"

"Ka! Kamu kenapa, sih?! Aku cuma ngerasa bersalah sama Raphael." Binara mulai memainkan emosinya.

Jelas-jelas ia sudah mengatakan, jika ia hanya merasa bersalah pada Raphael. Tidak lebih dari itu. Apa Atharka memang tuli sehingga tidak mendengar perkataannya tadi?

***

Kondisi Raphael masih lemah, jahitan di perutnya juga masih basah, sehingga membuat dirinya sulit untuk bergerak. Saat ini hanya ada Alice di ruangan itu. Sejak pagi tadi cewek itu menemani Raphael di Rumah Sakit, bahkan ia rela tidak masuk sekolah hanya karena ingin menemani Raphael.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang