25 - KEHADIRAN ATHARKA

625 38 3
                                        

"The real anjing yang menjelma sebagai manusia!"

***

KEDATANGAN Nevasha di dalam hubungan Binara dan Atharka membawa bencana untuk keduanya. Saat itu tidak ada satupun pikiran buruk tentang Nevasha, tapi lama-kelamaan ternyata niat Nevasha untuk kembali ke sini akhirnya terungkap.

Kebohongan Nevasha bahwa ia tidak mengharapkan Atharka lagi ternyata hanya omong kosong. Binara terlalu percaya dengan Nevasha. Pikiran Binara terus berputar tentang perkataan Atharka kemarin. Kemarin malam Atharka sudah berbicara dengan Binara tentang ulah Nevasha semalam. Ia tau pasti Atharka menolaknya, tapi Nevasha sampai kapanpun pasti akan terus mengejar-ngejar Atharka.

"Lo belum berangkat sekolah? Udah hampir jam tujuh lo ini," ujar Zio dari dalam rumah yang tertatih berjalan dengan berpegangan pada benda di sekitarnya.

"Nggak ada selera buat sekolah, kayaknya Binara izin dulu deh, Bang, buat hari ini," ucap Binara seraya memainkan kukunya.

Zio mengerutkan keningnya. "Kok izin? Lo sakit?"

Binara menggeleng pelan. "Binara nggak suka ada Nevasha di sekolah."

"Binara nggak suka liat Nevasha deketin Atharka."

"Binara nggak suka liat Nevasha duduk bareng Atharka."

"Binara nggak suka Nevasha hidup."

Zio duduk di samping Binara. "Gue tau kok perasaan lo gimana. Tapi, meskipun kayak gitu kondisinya, lo nggak mungkin 'kan ninggalin sekolah lo? Pelajaran lo? Kalau nilai lo jelek, nggak naik kelas, gimana?"

"Binara nggak nyaman di posisi itu, Bang. Binara capek. Kenapa, sih? Harus Binara yang ngerasain ini semua? Kenapa nggak orang lain aja?" protes Binara yang sebentar lagi pasti akan menangis.

Cowok itu membawa Binara ke dalam pelukannya seolah memberi hawa menenangkan untuknya. Memberi sedikit kesembuhan pada hatinya yang terluka. Ia mengelus pelan pipi Binara yang basah karena air mata. "Gue yakin lo bisa lewatin ini semua, lo itu cewek kuat Binara, lo adek gue yang paling kuat. Buktinya lo masih bisa bertahan sampai di titik ini. Lo nggak boleh nyerah. Hidup lo masih panjang. Kalau percintaan lo gagal sekarang, mungkin besok. Kalau waktu itu tiba, lo bakal nemuin cinta sejati lo."

Tangisan Binara bertambah kencang, hingga membuat bahunya bergetar hebat. Rasa sesak di dadanya semakin menyeruak. "Binara pengen ngerasain bahagia, Bang. Sebelum udah nggak ada lagi kesempatan hidup buat Binara ...."

"Setiap malam, Binara selalu minta sama Tuhan buat kasih Binara kebahagiaan walaupun cuma bentar. Tapi, Tuhan jahat ... Tuhan nggak kasih kebahagiaan itu buat Binara, ...."

"Kenapa Tuhan jahat sama Binara?"

"Emang salah ya, Bang? Kalau Binara minta buat bahagia? Atau Binara nggak berhak buat tau gimana rasanya bahagia?"

***

"Lo hidup aja udah salah!"

"Selina Jaga mulut lo!" bela Gavin yang tadinya duduk dengan tenang di samping Revan.

"Vin! Apa sih lo!? Kenapa lo malah belain cewek nggak tau diri ini, sih!?" protes Cylla.

Tadi Gavin membawa Nevasha ke basecamp, agar cewek itu tidak mengganggu waktu Binara dan Atharka. Sebenarnya juga ada sedikit pemaksaan untuk membawa Nevasha ke basecamp ini.

"Pacar lo tu, Kai! Bilangin kek, nggak usah belain cewek murahan ini," ujar Cylla pada Mikaila.

"Gue nggak pacaran sama Gavin," elak Mikaila.

ATHARKA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang