"Sok baik lo!"
***
MATA Atharka memerah, cowok itu menatap Vana dengan tatapan marah. Tangan Atharka mulai mengepal, hampir saja ia akan menghabisi cewek itu tapi, niat tersebut tersingkirkan oleh pikirannya. Atharka harus ingat kalau Vana adalah seorang perempuan. Sangat bukan Atharka jika ia sampai menyakiti seorang perempuan.
Rasa dendam serta kemarahan di hati Atharka pada gadis itu masih ada. Memang sempat hilang sejak kejadian itu karena ia juga tidak tau tempat tinggal Vana dan belum mengetahui pasti apa yang terjadi, hingga sampai akhirnya malam ini tanpa sengaja mereka bertemu lagi. Sedikit ada perubahan pada wajah Vana, mungkin karena luka kecelakaan waktu itu.
Namun yang sangat mengganggu pikiran Atharka adalah, mengapa wajah Vana sangat mirip dengan Binara, tetapi untuk sekarang ini wajah mereka sedikit berbeda karena wajah Vana sedikit ada perubahan, tetapi meski begitu wajah Vana dan Binara masih ada mirip-miripnya. Atharka bingung, apalagi sekarang Binara mengekor di belakang Atharka.
Binara berbisik dengan tangan yang menggenggam erat ujung jaket Atharka. "Kok wajah dia mirip sama aku?"
"Kembaran lo kali," jawab Atharka asal dengan melirik Binara yang terlihat sangat kecil dan menggemaskan di matanya.
"Aku nggak punya kembaran, Ka!" bantah Binara.
"Lo harus ikut gue ke rumah, buat jelasin sama nyokap gue!" ujar Atharka kembali menatap Vana serius.
"Nggak! Gue nggak mau! Gue nggak salah! Arka sendiri yang waktu itu lalai! Gue sibuk, permisi!" Tanpa rasa tanggung jawab Vana langsung pergi dari hadapan Atharka dan Binara.
Percuma. Atharka berhasil mengejarnya. Cowok itu mencekal pergelangan tangan Vana kasar. Ia geram, ia murka, rahang-rahangnya mengeras dan tatapannya begitu tampak menyeramkan. Vana tidak bisa menghindar, cekalan tangan Atharka sangat kuat, bahkan membuat tangannya memerah.
"Lepasin gue, Ka! Gue nggak salah!"
"Gampang banget mulut lo bilang, lo nggak salah! Kalau waktu itu Abang gue nggak lo ajak pergi, mungkin gue masih bisa liat dia sekarang! Abang gue nggak bakal kecelakaan dan hilang kayak gini! Tapi lo, lo yang udah bikin Abang gue hilang sampai sekarang, Vana!" teriak Atharka dengan wajah memerah menahan amarah yang siap meledak kapan saja. Urat-urat pada leher cowok itu sangat tampak saat ini, tangannya mengepal erat, serta mata yang semakin menajam memancarkan aura mematikan dari dalam dirinya.
"Ka, udah! Nggak ada gunanya kamu marah-marah sama cewek ini!" tegur Binara yang mulai merasa tidak nyaman karena sudah menjadi sorotan bagi khalayak.
"Gue nggak bisa biarin dia kabur lagi, Bi! Manusia satu ini harus kasih penjelasan ke Mami! Gue nggak mau lo yang disalahin terus! Padahal jelas-jelas lo nggak tau apapun tentang Abang gue!" Atharka menarik paksa tangan Vana untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
Vana meronta-ronta minta dilepaskan. Namun cengkraman Atharka sangat kuat, sehingga membuat Vana merasa kesulitan melepaskan tangan kekar itu. Sampai akhirnya, ia menggigit tangan Atharka sekuat mungkin, dan juga menginjak kaki Atharka setelahnya. Cowok itu spontan mengeluarkan reaksi kesakitan, sedangkan Binara yang tidak siap sudah terjatuh karena dorongan Vana.
"VANA! JANGAN KABUR LO!"
***
"Gue masih penasaran siapa itu Vana sebenarnya."
Zio menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia masih begitu penasaran dengan identitas Vana, gadis itu memang benar-benar mirip dengan adiknya—Binara. Yang selama ini ia ketahui adalah bahwa dirinya hanya memiliki satu saudara perempuan yaitu, Binara. Ada satu hal yang Zio ingat, tanda lahir di lengan Vana juga sama dengan tanda lahir milik Binara. Yang menjadi pembeda hanya letaknya saja, Binara di sebelah kanan dan gadis itu di sebelah kiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...
![ATHARKA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/241632267-64-k755108.jpg)