-17+
~
Kehidupan seseorang hanya akan berjalan satu kali dalam putaran takdir, Namun untuk sebagian orang mereka merasakan hidup lebih dari satu kali karena seseorang yang mereka sayangi.
~
udah baca aja ayo,dijamin ketemu Upin dalam jarjjit
#-KATA...
Mwehhhh makin cigtha deh jangan lupa iuran haluannya 😚😚😚
SELAMAT READ
*** ‘biarkan rasa ini semakin menggila,asal kau adalah alasannya’
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • ***
*Lelucon yang dibalik kata keluarga.
"Tidak sopan membiarkan orang tua bicara sendiri ilo." tegur zea sembari memakan es mochi yang tadi sempat dia beli.
Emil sebenarnya risih dengan perempuan ini tapi disisi hatinya yang lain dia menjadi hangat saat berada di dekat perempuan cerewet yang kekeh memanggilnya dengan sebutan ilo.
Akhirnya Emil mengalah sepertinya perempuan ini memang berniat menjadi tempat curhatnya saat ini terbukti dia mengganggunya selama hampir dua jam, lagi pula dia percaya orang asing lebih bisa di percaya karena belum tentu bertemu dua kali kan?
"Gue di pukul ayah" gumam Emil membuat zea melotot, akhirnya acara menunggu nya tidak sia sia.
"Gimana?" ujar zea dan menatap lekat wajah Emil, sepertinya tadi telinganya salah tangkap.
"Ayah gue mukul gue, lagi." ucapnya dan beralih lirih, zea yang sudah mengerti pun membawa Emil kedalam pelukannya.
tanpa mengatakan apapun zea mengusap punggung remaja itu dengan lembut, kadang diam adalah hal paling yang di inginkan orang. Emil menumpahkan tangisnya di dalam pelukan perempuan asing ini, membiarkan perempuan itu menjadi tempat pulangnya untuk sesaat.
Lima belas menit berpelukan dengan zea membuat Emil tenang.
"Ma-makasih tan.." lirih Emil yang masih sedikit canggung.
"it's okay, everything Will be fine." Balas zea tersenyum manis.
"Oh iya boleh kakak tanya ga?"Emil mengangguk.
"Gimana kamu jadi anak Tante aja? Tante kaya tau" ucap zea tanpa pikir panjang membuat Emil menatap kearahnya.
"Terus anak Tante gimana? suami Tante gimana? gak usah becanda deh tan, saya juga gak mau" delik Emil.
Anak ini ternyata cerewet, pikir Zea menggeleng. "Tante ini belum nikah, jadi belum ada anak" Emil seketika merasa bersalah, tadinya dia berpikir perempuan itu masih kuliah, ternyata ketika dia bertanya dia sudah berusia 30 an, jadi serba salah kan.
"Oh iya mau tukeran wa?gak boleh nolak tau, udah nolak jadi anak Tante nomer wa Tante jangan di tolak juga" Ucap zea menyodorkan hp tiga kameranya (Iphone), Emil jadi berpikir perempuan ini tidak berniat mendekatinya kan?
Zea menjentikkan jarinya ke kening Emil. "Mikir apa kamu? gak mungkin Tante mau sama brondong SMA kayak kamu hahaha" Nah kan Emil jadi merasa bersalah lagi, menggeleng canggung dia meraih ponsel Zea dan mengetikkan nomernya.