CHAPTER 45

1.4K 37 7
                                        

HAI HAIIIIII!!!!

Sebelumnya maaf banget gak bisa publish untuk waktu yang lamaa, gak mau buat alasan tapi ujian aku tinggal sebentar lagii jadi jarang bisa luangin waktu buat nuliss chapter..Maaf banget atas kecewanya, tapi setelah ujian nanti insyaallah bakal di rombak dan bakal sampai endingggggg

HAPPY READING 💞

"NAKULA!"

tak hanya Nakula yang menoleh, semua anak anak di taman bahkan menoleh kearah seorang wanita modis yang berteriak dengan koper di tangannya.

Jasmine langsung menghampiri sang ibu, menatap wanita yang melahirkannya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"ma-"

"saya sama ayah Nakula akan pergi ke Jerman untuk beberapa tahun, pengasuh Nakula sudah saya pecat dan saya harap kamu mau menjaga Nakula sebagai kakak, jika tidak bilang saja berapa biaya yang ingin kamu saya berikan." belum sempat menyelesaikan ucapannya, sang ibu lebih dulu menyelanya.

'membayar'

apakah sang ibu hanya menganggapnya sebagai pengasuh sang adik?

"bukan begitu, aku ada uang tabungan di rumah kakek tapi aku gak bisa jagain naku 24 jam ma, aku juga masih sekolah" ucapnya.

Anne menatap anak gadisnya itu. "bolos saja, naku masih butuh kamu." balasnya tanpa memikirkan bagaimana perasaan putrinya.

"terus mama gimana? naku lebih butuh mama daripada aku." Anne menatapnya tajam.

dia tak berbicara lagi, memindahkan koper yang dibawanya ke tangan Jasmine. " ini barang barang Nakula, saya harap kamu menjaganya dengan baik sampai saya dan suami saya pulang."

setelah mengatakan itu, dia pergi setelah berpamitan dengan Nakula yang belum paham situasi.

Jasmine menatap nanar kepergian sang ibu, ada rasa sesak di hatinya.

menyeka air mata yang jatuh di pipinya, gadis itu berbalik menatap sang adik dan teman lamanya, dia menggandeng tangan nakula dan pergi setelah berpamitan dengan Galang, bahkan menolak tawaran yang pemuda itu ajukan.

sungguh egois sang ibu...

3 hari kemudian, bandara.

"kamu pulang duluan sama anak anak, aku langsung ke perusahaan." zea menoleh kearah sang suami, mereka baru saja turun dari pesawat tapi asisten suaminya mengabarkan jika Shaka berbuat ulah di perusahaannya.

zea mengangguk. "iya, kamu hati hati." ucapnya.

Keenan langsung beranjak pergi lebih dahulu setelah mengecup singkat dahi sang istri.

"mami kok tega sama Elga?" celetuk elgar yang sedari tadi diam menyimak ibu dan ayahnya.

"tega lah, biar aja kamu liat." balas zea tanpa beban dan pergi di ikuti oleh beberapa pengawal.

"tuan muda kita juga harus pergi dengan nyonya." ucap Jake mengingatkan.

ya omong-omong, Jake dan James sepakat diangkat menjadi pengawal pribadi Emil dan elgar, dan keduanya juga di boyong dari Italia hingga ke indonesia juga atas perintah zea.

akhirnya mereka pergi, menuju kediaman megah keluarga millard.

tiba disana ternyata mereka sudah disambut oleh dua pasangan millard yang berdiri dengan wajah bahagia di wajah mereka.

"OWETTTT OCIIII!!!" teriak elgar begitu turun dari mobil.

Clara dan Desy sontak langsung memeluk pemuda itu, ahh lega rasanya elgar setelah memeluk dua wanita tua yang menjadi ladang hartanya ini..

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang