CHAPTER 29

1.1K 37 5
                                        

MET'S CIS

SELAMAT READ!

“sosoknya akan menjadi bagian dalam kisah yang memang diperuntukkan untuknya”

—Keenan


Pagi ini mentari tampaknya tak ingin muncul, lebih tepatnya tidak bisa terlihat karena kepulan asap hitam yang menutupi langit, cuaca mendung seakan mendukung dua insan yang masih terlelap dalam tidurnya.

Keenan dan Zea.

setelah kecanggungan yang terjadi tadi malam akhirnya pasutri baru itu memutuskan untuk tidur diranjang yang sama, namun dengan dibatasi oleh satu guling yang Zea letakan di tengah tengah mereka.

eugh.. lenguhan terdengar dari bibir merah muda sang perempuan, menandakan bahwa dia akan terbangun dari tidur nyenyaknya. Benar saja, tak berselang lama Zea terbangun dan dengan linglung menatap sekitar sebelum akhirnya menghela napas. Mengingat, jika kemarin dia sudah menikah dan menjadi istri dari pria disebelahnya yang tengah tertidur tanpa terganggu sedikit pun.


"aku pikir hanya sekedar mimpi." lirihnya, setelah itu beranjak menuju kamar mandi.

setelah beberapa menit, Zea keluar dengan dress simpel yang melekat di tubuhnya.

melihat sekitar jam sudah menunjukkan pukul 07.23, melirik kearah Keenan yang masih tertidur Zea melangkah kearah pria itu, memperbaiki posisi bad cover dan keluar menuju dapur, dia tidak ingin di cerca mertua dihari pertamanya.

ketika sudah berada dilantai bawah ternyata semuanya sudah berkumpul, kecuali Elgar dan Keenan.

"loh Zea? Askar dimana?" tanya Clara setelah melihat menantunya turun.

melirik kearah ibu mertuanya Zea menjawab. " masih tidur ma, mungkin kecapean karena acara kemarin. Zea akan bantu bantu didapur."

Clara hanya mengangguk. " tidak perlu nak, sarapan biasanya disajikan oleh maid." ujarnya kemudian mengajak Zea untuk duduk disampingnya.

"Zea cuti dari rumah sakit satu Minggu kan?" Zea mengangguk, sebagai jawaban dari pertanyaan Desy.

"Askar juga cuti untuk tiga hari kedepan, bagaimana jika kalian bulan madu?"

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang