CHAPTER 2

8.5K 394 34
                                        

Mwehhhh cigtha deh,jangan lupa bayar iuran haluan ya😚😚😚

***
SELAMAT READ
.
'kumohon kembalilah,aku
aku membutuhkanmu'

'kumohon kembalilah,akuaku membutuhkanmu'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




***

*Hidup Dengan Kenangan mu.


"Pi!!!!"

"Papiiii!!!"

"Tuan Ken yang tampan dan mempesona!" pukul 05:36 pagi remaja yang baru saja berumur 16 tahun itu sudah berteriak sambil meloncat di kasur king size milik ayahnya.

"Kau akan terjatuh El!" ucap Keenan dengan suara serak khas bangun tidur.

"Papi kemarin elga ketemu sama pak Ali!" adunya sambil terus meloncat, tak menghiraukan jika ayahnya akan pusing.

"Lalu? kenapa lagi dengan guru BK itu?" Keenan terus menanggapi ucapan dari putra kesayangannya ini walau dengan mata terpejam.

"Elga gak sengaja jatuhin Ucup motor kesayangan pak Ali baba, elga udah minta maaf tapi Elga di skor dua hari.." adunya di akhiri dengan lirihan membuat Keenan duduk lalu menatap wajah elgar.

"Kenapa kau bersedih? bukan kah hal biasa?" ucap Keenan terkesan santai.

"Kalau anak mu yang tampan ini di skor entar Elga gak dapet icip makanan mba asti lagi!"

"Derita mu" Keenan bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi menghiraukan elgar yang mengumpati dirinya.

Berhenti berucap kasar sebelum papi membuang seluruh mainan mu itu el." ucap Keenan dari dalam kamar mandi yang semakin  membuat elgar kesal.

"Dih tua bangka!!!" deliknya lalu berlari keluar dari kamar sang ayah.

"Bocah menyebalkan itu.." kekeh Keenan lalu memasuki bathub untuk berendam sebentar.

Sementara elgar sudah berada di kamarnya sambil terus mengadu pada figura seorang gadis cantik yang sedang tersenyum manis.

"Kesel kan mom!"

"Papi itu kayaknya minta di potong otongnya!"

"Mami anak mu yang tampan dan mempesona ini di skor karena jatuhin motor si Ali baba huwaaa"

"Padahal si Ali baba tuh yang salah naruh motor di bawah pohon mangga!"

"Mami kalau mami disini, mami harus ceramahin si Ali baba lima jam tiga puluh menit, satu juta detik!kesal tau Elga di buatnya! jangan kayak papi tuh!"

Tak terasa Elgar mengadu pada figura itu dua jam lebih, Selalu seperti ini jika Elgar mempunyai masalah apapun, mau itu hal bahagia sekalipun dia akan mengadu pada figura seorang gadis yang dia anggap ibunya. Figura yang terpasang tepat di samping jendela itu adalah tempat seorang Elgar mengadu setelah sang ayah.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang