CHAPTER 19

1.3K 56 11
                                        

Hello girls!

SELAMAT READ!

“Terimakasih telah ada, dalam kisah yang banyak dicaci oleh orang, terimakasih telah menjadi ibuku. mami...”

•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Be your mother.

"TANTE ABEL/ MAMI ELGAR!!" jerit serentak Melvin dan Aiden.

"ah, kalian sedang berkumpul? apakah mengganggu?" ucap perempuan itu, yang tak lain dan tak bukan adalah Zea.

"tadi gue ketemu Tante Zea di depan, jadi gue ajakin buat jenguk Emil." ujar
Zoan menjelaskan, setelah melihat tatapan ketiga temannya.

"iya, tadi Zoan bilang dia temen Elgar sama ilo." jelas Zea.

"masuk Tan." Zoan mempersilakan,  Zea masuk kemudian berjalan menuju brankar Emil. Sementara zoan menghampiri kedua sahabatnya.

"ilo gapapa?" tanyanya mengelus rambut pemuda itu.

Emil menggeleng. "gak, disini sakit." tunjuknya pada tempat yang tertusuk kemarin malam.

Zea mengelus tempat yang ditunjuk Emil. "jangan sakit sakit, nanti ilo juga sakit." ujarnya lembut membuat Emil tersenyum kecil.  Tak hanya Emil, Melvin, Zoan serta Aiden juga ikut mengembangkan senyumnya.

"tante kenal dokter ahli bedah disini, nanti tante bilang dia buat nanganin kamu oke?" Emil menggeleng. "gak usah, Emil udah gapapa kata dokter Dita satu Minggu setelah jahitannya kering Emil bisa keluar dari sini." jelasnya.

"oh dokter Adita? dia junior Tante, nanti tante bilang ke dia buat ngalihin wali kamu atas nama Tante."

Melvin menautkan alisnya mendengar hal tersebut. "gak usah tan, walinya udah banyak!" celetuk Melvin.

Zea menoleh kearah pemuda itu, dia sedikit bingung. "kamu?" Melvin mendekat dengan menepuk dadanya bangga.

"Melvin anaknya bapak Samuel dengan ibuk Lilyana, terus ponakan bapak Samudra." Zea mengangguk, perempuan itu mengelus rambut melvin membuat pemuda itu merasakan semburat panas pada wajahnya.

"kayak orang tbc" bisik Zoan pada Aiden yang langsung diangguki sang empu.

"nanti ilo tinggal dimana?" ujar Zea kembali menoleh kearah Emil.

"eum." dia bingung sendiri ingin menjawab apa, kalo kerumah ayahnya dia akui dia sedikit takut dan mana mungkin mereka mau menampungnya lagi. Apalagi kerumah keluarga ibunya, Mustahil!

Zea kembali tersenyum lembut, kemudian mengangkat dagu pemuda itu. "ilo tinggal sama tante oke? nanti kalo Emil mau pulang kerumah ayah Tante pasti izinin." Emil sontak menatap mata Zea, begitupun Melvin yang sontak menghentikan acara melayangnya.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang