CHAPTER 25

1.1K 29 0
                                        

MET CIH'S

“Prolog baru saja muncul ketika aku sudah memutuskan akhir untuk ceritaku”
—zea

*Awal baru saja di mulai.

"mami mana om?"

Keenan menoleh. "Tertidur, biarkan dia istirahat dahulu mungkin tadi dia kelelahan." ambigu Keenan, membuat tarian bik Hanum berhenti.

Emil mengerjap bingung apa yang sudah orang tua itu lakukan didalam kamar? berdua didalam kamar, untuk waktu yang begitu lama dan salah satunya tertidur karena kelelahan...?

tunggu!

"OM NGAPAIN MAMI EMIL?!" Jeritnya, berbarengan dengan kedatangan Setha serta Aryo, jangan lupakan pria tampan yang memakai jas hitam mahal dibelakang orang tua itu.

"ada apa?" timpal Setha terkejut dengan seruan cucunya itu.

"kalian kenapa?" tambah pria dibelakang mereka, Fedro.

Emil lantas segera memeluk sang nenek kemudian mengadu bak anak kecil. "nenek Emil gak mau punya adek lagi, masa om ken sama mami buat adek dikamar tadi." Keenan sontak melebarkan matanya, mendengar fitnah kejam yang tertuju padanya.

berbeda dengan Setha dan Aryo yang mematung dengan kikuk.

dug!

"untuk apa bocah sepertimu tau hal seperti itu?" tanya Fedro, setelah tanpa bersalah menjentikkan jarinya di kening anak itu.

"apa maksudnya ini tuan Agaskar?" tanya Aryo yang sudah berada didepan Keenan, dengan wajah yang sangat tak bersahabat.

"ini kesalahpahaman tuan Winata, Emil salah mengerti ucapan saya."

"BOHONG! tanya aja sama bibik tadi om bilang gitu kok!" Hanum yang dibawa bawa lantas mendekat kemudian mengangguk, yang mana membuat Keenan semakin frustasi.

"bener nyonya, tadi tuan sendiri yang bilang meskipun saya denger lagu, tapi telinga saya yang lain masih berfungsi dengan baik!" terang Hanum.

"memang kenapa?" baiklah fedro belum paham sepenuhnya.

"tadikan Emil sama bibik lagi ngobrol terus om ken turun Emil nanyain mami omnya bilang. 'jangan nganggu mami kamu dia kelelahan' KAN EMIL BUKAN ANAK KECIL LAGI!" karena teriakan itu, Elgar terbangun dengan linglung.

menatap dengan sekitar lalu melirik kearah sang ayah yang sedang berdebat.

"kalian ngapain?" tanyanya lirih dengan suara serak.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang