-17+
~
Kehidupan seseorang hanya akan berjalan satu kali dalam putaran takdir, Namun untuk sebagian orang mereka merasakan hidup lebih dari satu kali karena seseorang yang mereka sayangi.
~
udah baca aja ayo,dijamin ketemu Upin dalam jarjjit
#-KATA...
"Mungkin dari jutaan bahkan milyaran orang kamu adalah satu satunya orang bisa membuat hatinya berdetak tiga kali lebih cepat"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
•
*Little bro and mami!
Elgar menatap kesal kearah sang ayah yang juga tengah menatapnya.
Yap Keenan, pria itu datang bersama Angkasa, Gerald dan Samuel tidak lupa juga Arsen yang menjabat sebagai asistennya.
"papi tidak pernah menuntut untuk mendapatkan nilai sempurna, asal absenmu tidak merah karena bolos." ucapnya menatap putranya.
"kayak gak pernah muda aja.." cicit Elgar yang masih didengar oleh Keenan dan yang lainnya.
"Elgara, ini bukan pertama kalinya papi dipanggil kesini."
"bodo emang Elga peduli!"
"anak ini!" Angkasa cekikikan sendiri melihat keduanya.
"marahin aja om, dia sering tidur diruang ganti." celetuk Gala memanasi.
"kalian sama saja!"cibir Angkasa langsung membuat Gala terdiam namun pemuda itu mengangguk membuat mereka semua terkekeh, kecuali Keenan yang masih tetap terdiam menatap putranya.
flashback
"AAAAAA INI ANAK SIAPA?!!!!"
"siapa yang membawa anak sekecil ini?" ujar pria yang tak lain dan tak bukan adalah Keenan.
Keenan mensejajarkan diri dengan balita yang terduduk dilantai usai putranya tidak sengaja mendorongnya, membantu balita itu berdiri lantas Keenan bertanya. "siapa namamu nak? dimana orangtuamu?"
"maaf om itu adik saya." ucap Caramel menunduk kala melihat Keenan.
"adikmu?" tanya Keenan, yang langsung diangguki oleh Caramel.
"Kaka Mel." lirih Rafael, balita itu terlihat takut melihat Keenan.
Keenan berdiri dan menatap Caramel yang sudah menggendong balita itu, lantas pria itu memanggil Arsen. "Ikuti mereka." Arsen mengangguk dia sepemikiran dengan Keenan.
setelah Arsen dan Caramel pergi, Keenan menarik kerah belakang putranya.
"ayo bocah nakal, guru konselingmu sepertinya merindukan kunjungan kita." dan, seperti itulah cerita hingga mereka terdampar disini.