CHAPTER 44

997 35 7
                                        

“tidak ada yang mustahil jika hati menginginkan.”

HAPPY READING

"Dimana anak anak" zea bertanya saat melihat suaminya berjalan keluar dari ruang kerjanya.

Keenan yang baru saja datang sontak menggeleng tidak tau, mana dia tau kemana kedua bocah itu.

"kenapa?" tanyanya melihat zea yang kelimpungan sendiri.

"James bilang dia tadi sama anak anak tapi pas ngambilin mereka cemilan anak anak udah gak ada." jelasnya.

"mereka gak kemana mana, mereka gak bisa keluar dari vilezar zea. tenang saja" ucapnya menenangkan istrinya.

zea menggeleng, dia tau tapi tetap saja apalagi elgar, anak itu sangat tidak bisa diam mengingat tingkat penasarannya.

melihat itu keenan meraih tangan zea. "kita cari, mereka gak mungkin jauh ada jake juga kan?"

zea menggeleng lagi, membuat dahi Keenan mengkerut, bukankah dia selalu menugaskan Jake di samping elgar?

"dikta bawa Jake keluar, mereka bilang ada sesuatu yang penting." tutur zea tau apa yang sang suami pikirkan.

"kita cari." putusnya segera menarik zea keluar dari bangunan megah itu.

lain halnya dengan zea dan Keenan, Emil dan elgar justru menikmati memancing di taman belakang.

tempat lele peliharaan zea di rawat.

"abanggg itu tuh makanannya kurang nanti ikannya gak mau!" seru elgar membuat Emil memutar bola matanya dengan malas.

"mereka lagi diet." asalnya, kemudian langsung melemparkan joran pancingannya.

elgar menatap sang kakak dengan malas.

"mana ada ikan diet! apalagi ikan mami mereka suka yang big big" gerutunya ikut melempar joran yang penuh dengan umpan itu.

giliran Emil yang menatap malas sang adik, umpan segitu banyak mana bisa di makan ikan.

namun seolah ketidakmungkinan menjadi kenyataan joran milik elgar di tarik dengan kuat, elgar menariknya sembari pamer kebahagiaan.

"HOHOHI LIAT LIATTTT ADEK YANG MENANG YEAYYYY!!!!!!"

"ANJAIIIIIII TARIKKKKK LE GUE GAK BAKAL KALAH SAMA IKAN YANG MODAL SIRIP DOANG!"

"HUOOOO MANCING ELGARRRR MANTAP!"

"heele bocah" nyinyir Emil membuang muka.

menarik dengan sekuat tenaga elgar dapat melihat ikan yang memakan umpannya.

itu adalah ikan kesayangan sang mami, ikan gembul dengan warna merah yang sangat menyala.

"mampus ikan mami" ejek Emil pada  elgar yang kini menampilkan wajah melasnya.

"anjir le kenapa lo rakus banget sih?!"

"ELGAR ILO!"

keduanya menoleh, itu adalah orang tua mereka yang datang dengan tergesa gesa.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang