-17+
~
Kehidupan seseorang hanya akan berjalan satu kali dalam putaran takdir, Namun untuk sebagian orang mereka merasakan hidup lebih dari satu kali karena seseorang yang mereka sayangi.
~
udah baca aja ayo,dijamin ketemu Upin dalam jarjjit
#-KATA...
Udah jangan sok Korea Mwehhhh jangan lupa iuran haluannya 😚😚😚
SELAMAT READ *** ‘jika ini mimpi jangan biarkan kedua mataku terbuka lagi,ya tuhan’
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • ***
*You forget it but not your heart
"Sore..sore ku bantu mamaa~"
"Siram kembang tujuh rupanya~"
Senandungan nada asal itu berasal dari Sagara, gerald yang sedang duduk sambil menikmati teh sore bersama istrinya terkekeh melihat putranya itu enggan sekali menyiram bunga bunga kesayangan sang istri.
"Yang ikhlas dong katanya mau beli mobil." Cibir Shena karena melihat kelakuan putranya yang satu ini.
"Ikhlas ini yaampun mom!!" Sanggah Sagara.
"MOM WHERE ARE YOU!!???" teriak si bungsu seraya mencari keberadaan sang ibu.
"HERE!" Jawab Shena dengan berteriak, membuat Gerald mengorek kupingnya.
"Untung istri" gumam Gerald masih dengan acara mengorek kupingnya.
"Opa alvin nelpon di suruh kesana, katanya penting lebih penting daripada tambang berlian papa" Ucap zeyya menyampaikan apa yang Calvin katakan padanya.
"Apaan tuh?? tambang surga? lebih penting daripada tambang berlian??!?!?emang ada gitu yang lebih penting daripada tambang berlian?" Sahut Sagara.
"Diem deh Lo upil gajah!"
"Lah gue salah apa?" gumam Sagara, lalu menatap wajah jengkel sang adik.
"Papa dia ngatain papa upil gajah" adunya pada sang ayah.
Zeyya melototkan matanya. "Kapan?! fitnah Lo jadi Abang!!"
"Tadi Lo ngatain gue upil gajah berarti Lo ngatain papa juga kan wajah gue sama papa mirip." balas sagara enteng.
"Udah udah kalian ini siap siap sana kita kerumah om ken, dan kamu! mama bebasin kamu sekarang tapi ga besok!" Sagara merotasikan matanya dengan malas.
***
"This is absolutely crazy! Gimana bisa saya ada disini!" Selidik Zea pasalnya tadi mereka di bawa paksa menuju kediaman keenan. Blukan di paksa sih lebih tepatnya Zea yang terpaksa ikut karena Aryo, ayahnya itu malah kesenangan saat di ajak menuju kediaman ini, lihat saja pria setengah abad itu sedang menikmati teh dan cemilan yang disajikan pelayan.
Elgar? dia masih asik memandangi wajah Zea, mendengarkan penuturan absurd Zea yang menuduh dia dan ayahnya orang jahat.
"Opin, owet, ojun, sama Oci kamu kemana El?" tanya Arsen, sebab tumben sekali tak melihat kedua pasangan paruh baya itu.