CHAPTER 22

1.2K 40 8
                                        

HELOO GIRLS

SELAMAT READ!

“Secantik apapun senja aku tetap mengangumi pelangi, yang dikala ujung hujan akan tiba”

“Secantik apapun senja aku tetap mengangumi pelangi, yang dikala ujung hujan akan tiba”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*Lepas kendali.


"BISA GAK! GAK USAH TERIAK?!"

"LEMBUT SEDIKIT SAMA MAMI! KALO LO GAK SUKA GUE LAMPIASIN KE GUE JANGAN KEMAMI BODOH!!"

Zea langsung menarik Emil menjauh dari Elgar, begitupun Melvin yang langsung menarik Elgar.

"gak usah berantem disini, Elga! ilo! liat mami!" perintah Zea.

kedua pemuda itu langsung berhenti, kemudian menunduk tak berani menatap perempuan cantik dihadapannya.

"mampus dimarahin!" cibir Aiden.

"ye si babi! gak boleh begitu lo bocah." tegur Sagara yang sedari tadi diam.

"iya om." Sagara menoyor kepala Aiden kesal, tidak bisa serius untung saja gala pulang duluan karena harus mengantarkan ibunya kesalon.

abaikan mereka.

Zea menatap bergantian kedua pemuda itu, kemudian menghela napas lelah. "kamu kesekolah naik apa?" ujarnya bertanya pada Elgar yang masih setia menunduk.

"Dianterin papi.."

"naik kemobil ikut mami pulang, ilo bawa adik kamu masuk." Elgar hendak melayangkan protes, namun Emil lebih dulu menariknya masuk.

Zea mengambil tas Emil yang masih berada di tanah, saat akan menyusul kedua putranya itu sebuah suara sudah lebih dulu membuatnya berhenti.

"Tante Abel jeyya boleh ikut.." suara itu sangat lirih, beruntung masih bisa didengar karena jarak Zea dan zeyya tidak terlalu jauh.

Zea tersenyum kemudian melambaikan tangan menyuruh Zeyya mendekat. "boleh, tapi izin dulu." Zeyya langsung mengembangkan senyumnya.

tanpa berkata lagi, gadis itu langsung berlari menaiki mobil Zea dan duduk tenang didalam sana mengabaikan dua pemuda yang sudah lebih dulu masuk.

Zea menggeleng. "saga bilang sama mama kamu, Zeyya ikut Tante kerumah." Sagara hanya mengangguk dan tersenyum kecil, Mengiyakan.

"dia siapa?" gumam seseorang disamping Melvin, hingga membuat pemuda itu langsung meloncat kaget.

"ANJIR CUK LO SIAPA?!" kesalnya memegang dadanya, lurus...gak ada tonjolan..

"Davis bangke sejak kapan lo nyempil disana?!" ujarnya kembali setelah benar benar melihat siapa itu.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang