CHAPTER 42

825 27 8
                                        

“Takdir kita hanya berputar satu arah, kamu ke arahku dan aku ke arahmu.”

HAPPY READING 💞💞💞💞

"Quegra."

"kemarin malam, zea memberikan ku sebuah kode tengkorak dan itu adalah situs resmi pemilik quegra." jelas dikta.

"Apa maksudmu?" tanya Keenan yang lebih dulu sadar dari Arsen.

"apa kau ingat kepala Filipe? quegra menghadiahkan itu untuk kepindahan kalian ke Italia." Keenan semakin di buat bingung.

bagaimana bisa organisasi rahasia yang dua puluh tahun lebih mengisolasi diri tiba tiba menyambut mereka?

melihat keterdiaman kedua sahabatnya, dikta mengetik sesuatu di komputernya yang langsung terhubung ke monitor besar itu.

"I-itu adalah pemberitahuan resmi, quegra dan zerova bergabung." gagap Arsen.

dikta mengangguk lagi, "setelah kematian Filipe hal pertama yang di umumkan setelah kembalinya quegra adalah itu,  karena itu aku meminta kalian untuk lebih cepat untuk datang." jelasnya.

"dari awal jelas zerova dan quegra tidak memiliki keterkaitan apapun, organisasi paling di cari di seluruh dunia." bingung Arsen

"lihat, ini adalah kendali atas jaringan quegra di bawah pimpinan zea."

"Hah?" Arsen.

"bodoh, apakah kebodohanmu masih kau bawa?!" sewot dikta namun tetap mengulang kembali.

"bagaimana bisa?..." ucap Keenan tidak percaya.

"dengan quegra dan zerova mustahil anjing anjing kecil seperti Filipe dapat mengganggu anak anak lagi." Arsen mengangguk dengan penuturan Dikta.

dikta menatap Keenan, "ini jelas bukan lo lagi, Keenan yang sendirian itu bukan lo lagi-"

sekarang dia memutar tubuh Keenan kearah jendela yang memantulkan bayangan mereka,lalu menunjuk tepat di bayangan Keenan.

"Itu adalah Keenan sekarang, seorang ayah dan seorang suami."

Keenan termenung, benar dia bukan Keenan yang depresi saat Abel pergi meninggalkannya.

dia bukan Keenan yang sama, yang menangis berhari hari dan mengurung diri.

dia bukan Keenan yang sama, yang hendak mengakhiri hidupnya hanya untuk seseorang yang mustahil untuk hidup lagi.

sekarang dia punya putranya yang selalu bertingkah aneh dan unik seperti layaknya mendiang temannya dulu, kafi.

lalu putra lainnya yang datang, pemuda penurut, pintar dan juga berbakat. Emil.

serta sang istri, istri yang sangat mirip dengan masa lalunya.

dia bukan remaja yang masih berusia 18 tahun lagi, Keenan menatap pantulan dirinya sendiri dengan lamat.

"dia..sudah dewasa.." ucapnya tiba tiba.

Arsen mengangguk.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang