CHAPTER 46

1.4K 50 12
                                        

MANISSSSSSS HALOOOO UDAH BUKA???

MAAP YA INI JUGA NYEMPETIN WAKTU KOK BUAT NULIS💞💞💞💞💞

Mungkin pepatah yang mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan hari sial di kalender itu ada, terbukti sekarang pada Aiden.

pemuda itu awalnya sedang enak enak duduk bersama dengan Sagara yang tiba tiba nyantol dirumahnya pagi pagi sekali, bermain game lalo melihat tanda keberuntungan.

saat bermain tadi dia selalu mendapatkan hasil baik, dimulai dari gambar mawar kuning, rusa bertanduk, hingga gambar Tiara raja. tapi apa iniiii?!!?!?

saat keluar dari rumah dia langsung tidak sengaja kena air yang entah dari mana padahal tidak ada hujan, lalu disambung dengan uangnya yang kurang saat di supermarket tadi hingga menyebabkan malu.

sial sekali, memang seharusnya dia tidak percaya pada kebohongan kartu itu!

dia akan menuntut!

ya abaikan itu, lebih baik dia segera pergi kerumah Melvin. Bocah gendeng itu tiba-tiba menelponnya dengan heboh memintanya datang kerumah anak itu.

Sagara berniat ikut tapi dia lebih dulu di telpon oleh sang adik untuk menjemputnya agar mengantarkannya kerumah sang Tante.

namun baru akan menyalakan motornya lagi, matanya tak sengaja menatap kearah sebrang jalan, disanaada gadis yang kenalinya dengan seorang pemuda.

gadis yang dikejar oleh Sagara, Caramel sedang tertawa bersama dengan Davis dengan seorang balita yang ada di pangkuan gadis itu.

"anjir anjirrrrr kalo si saga liat abis nih si pipis tupai itu, bisa bisanya nekat bawa gebetan orang jalan melulu!" gumamnya geleng geleng kepala.

"gak kapok kapok pernah silahturahmi sama tinjuan saga" lanjutnya.

dia turun dari motornya, tak lagi berniat pergi, rumah Melvin bisa menunggunya lagipula kemana bisa perginya kediaman keluarga Xavier?

berniat menyebrang setelah melihat kekanan dan kiri, tidak ada jadi dia melangkah dengan ringan sebelum akhirnya entah darimana tiba tiba sebuah sepeda menabraknya hingga terjerembab.

Sial! ini bukan hari keberuntungannya seperti yang terbaca di kartu itu tapi ini hari kesialannya!

"zea,"

mendengar sang suami memanggil, zea menoleh. perempuan yang sudah memakai jas putih khas dokter itu tersenyum setelah menyahuti Keenan.

"media masih riuh, kamu yakin ingin pergi kerumah sakit?" tanyanya begitu perhatian.

zea menggeleng pelan. "gapapa mas, aku juga bakal kerumah mama sama papa buat ngurus separuhnya." ucapnya menenangkan.

"semua akan selesai, tidak perlu kita akan pergi kerumah mama sama papa bersama nanti."

zea menggeleng, dia tau pria itu memiliki lebih banyak pekerjaan terlebih dengan ini, media riuh entah berita tentang Shaka atau perdebatan siapa yang akan mendapatkan hak waris karena dua anak yang dikenalkan sama sama laki laki.

pasrah, Keenan akhirnya mengangguk.
"hati-hati dalam perjalanan nanti." Cup
ucapnya lalu memberikan kecupan singkat didahi sang istri.

"heele! udah tua juga." cibir elgar yang sedari tadi menonton bersama sang kakak.

keduanya begitu anteng-tidak, hanya Emil yang duduk tenang dengan segelas jus ditangannya, sedangkan elgar..

ah jangan ditanya, sudah jelas kepalanya menggantung dibawah sementara kakinya bersandar disamping sang kakak, dia menonton kedua orang tuanya dalam keadaan terbalik.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang