chapter 10

2.2K 112 60
                                        

Mwehhhh makin cigtha deh jangan lupa iuran haluannya 😚😚😚😚

SELAMAT READ

***
'kau mengikat hatiku
tanpa kejelasan kapan kau akan membebaskan nya'

***'kau mengikat hatiku tanpa kejelasan kapan kau akan membebaskan nya'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



***

*Hurt

Kini Sagara bersenandung di dalam kamar mandinya, dia baru saja pulang dari basecamp tidak lebih tepatnya kabur dari amukan Emil.

"Amel..."

"Gila Kayaknya gue mikirin tuh cewe!" Sagara dibuat salting sendiri mengingat wajah manis Caramel.

Setelah hampir dua puluh menit dia keluar dengan pakaian santai.

Menuruni tangga pemuda kembali berpikir. "Apa jangan jangan namanya bukan Amel? Melisa bisa jadi?" gumamnya bertanya kepada dirinya sendiri.

"Mam jeyya mana? tumben gak ada yang ribut biasanya jam segini ribut ngomen Drama"  ujar Sagara bertanya kala melihat sang ibu menyiapkan makanan.

"Mama?" panggil Sagara kembali karena sang ibu tak merespon.

"Ma!!"

"Hah?" linglung Shena menatap putranya, Sagara menggeleng menatap aneh ibunya lalu beralih menatap ayahnya yang duduk termenung juga

"Kayaknya akhir akhir ini keluarga gue aneh?"gumam Sagara.

Tak ingin pusing dia lebih memilih berkeliling dimedia sosial siapa tau tuhan dengan baik hati mengirimkan amelisa di beranda Instragramnya.

Sedangkan di rumah Elgar, pemuda itu kini termenung hadapan figura besar itu.

"Mami..."

"Gak mungkin itu bukan mami" tiga hari terakhir dia bolos sekolah dan lebih memilih pergi ke makam kedua orang tua kandungnya serta maminya.

Ceklek

"Elga.." Keenan menatap putranya itu prihatin, mudah saja mencari Zea dengan koneksi yang dimilikinya tapi perempuan itu terlalu pintar.

"Jagoan papi belum makan?" Elgar menggeleng.

Huft..

"Kita kerumah tuan Aryo sekarang ayo bangun, cuci muka lalu turun kebawah" ucap Keenan membuat Elgar menatapnya dengan binar.

"Tunggu dibawah lima menit!" Elgar dengan bahagia membawa tubuhnya ke kamar mandi.

Keenan menatap putranya dalam lalu beralih kepada figura yang tadi di tatap elgar.

Bocil..

Setelah enam menit menunggu Keenan menatap putranya yang sudah lumayan segar, ya lebih enak di pandang lah daripada yang tadi.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang