CHAPTER 16

1.6K 57 13
                                        

hooolaaahoooo

kembali lagi dengan presenter hot selingkuhan bapak Peter😀

oke lupain.

READING


"masih pantaskah aku disebut ayahnya tuhan?"

"masih pantaskah aku disebut ayahnya tuhan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Broken strings of Emilo.

-papiiii mami kenapa kabur tadi?!" Elgar menatap permusuhan pada ayahnya, apakah tadi dia mengusir sang ibu?  Wah! jahat sekali si tua bangka dan peot tapi banyak uang ini! pikir Elgar nyeleneh.


"berkacalah anak muda, lihat kenapa mamimu bisa kabur." balas Keenan santai dan turun dari mobil.

"bapakeee berhenti gak! tungguin!!" Elgar berlari turun mengejar sang ayah, ayolah apakah semua orang hobi meninggalkannya begini?!

dia tampan, hot! anak tunggal kaya raya kesayangan bapake Ken si duda hot, anaknya mami Abel yang cantiknya melebihi ibu suri kerajaan semut!

sampai didalam bukannya menemukan sang ayah, dia malah melihat neneknya yang sedang melihat banyaknya tumpukan pakaian disana.

"Oci mau buka grosiran baju?" tanyanya dengan spontan, melihat baju baju yang berserakan tentu saja dia akan berpikir demikian.

"enak aja, ini brand ternama oci mau pilih pilih, buat keacara keluarga Emil besok malam." balas desy tanpa melihat sang cucu yang terlihat kebingungan.

"OH ACARANYA OM BRENGSAKA?! BAJU ELGA MANA???" jeritnya membuat sang nenek dan seorang perempuan setengah baya disana menutup telinganya.

"JANGAN TERIAK TERIAK KAMU MAU OCI SERANGAN JANTUNG TERUS MENINGGAL?!"

"itu juga manggil orang tua yang bener!" lanjutnya sambil memperingati bocah bebal ini.

"Aaaaaa ocii baju Elga manaa? masa anak kesayangannya bapake ken pakai baju pengemis???" rengeknya memeluk lengan desy dengan manja.

Desy mendelik. "ck bocah ini, maaf ya jeng anak tetangga suka gak tau diri" ujarnya, pada desainer yang dari tadi duduk melihat kelakuan monyet ini.

"bukan masalah jeng, cucunya lucu"

"ociiiii" Elgar menatap wajah sang nenek dengan mata kucingnya.

"udah udah lepas, baju kamu tadi dibawa papi kamu keatas, sana cobain"

"oci emang terbaik!" cup, Elgar berlari menjauh menaiki anak tangga setelah mengecup sang nenek dengan sayang.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang