CHAPTER 26

1K 31 2
                                        

MET'S CIS!

"Mungkin tak seperti itu.."


*

Ternyata takdir begitu baik kepada kita.

"abel.."

baiklah Zea benar benar takut sekarang. "siapa! gak usah manggil manggil!" perempuan itu sudah berdiri, dengan menatap waspada kearah sekitarnya.

"Annabelle Queenby Xavier"

"itu bukan saya!" Zea berlari masuk kearah kamarnya, mengunci pintu balkon lalu segera masuk kedalam selimut tebalnya.

berharap suara aneh itu menghilang dia takut akan mistis, itu alasannya tidak pernah menonton film horor ataupun semacamnya.

Namun..nyatanya realita tak semanis ekspetasi suara itu semakin mendekat membuatnya mengeratkan genggamannya pada selimut hangatnya.

"abel,,,berhenti menolaknya"

"AAAAAA!" Zea menjerit saat sebuah tangan menariknya, tangan itu dingin kecil putih namun lembut..

"Lo siapa hah? gue ini pernah ikut karate Lo siapa?!"

"kamu bodoh banget sih!udah bodoh tolol juga!!" suara itu terdengar kesal, memang suaranya tidak seram malah terkesan lembut tapi ditelinga Zea tetap saja seram! terlebih dengan tangan dingin yang masih menarik tangannya!entah mau dibawa kemana.

"lo-lo yang to-tolol ya!"

"buka mata kamu bodoh!" Zea spontan menggeleng, dia ingat kakaknya pernah bilang jangan percaya pada setan.

terpaksa pemilik suara itu menarik paksa tangan Zea agar terbuka, kemudian dia meniup dengan kasar tepat pada netra yang tertutup itu. Tepat! manik Zea terbuka.

sedangkan Zea, dia terkejut dengan tindakan tiba tiba itu hal pertama yang dia lihat ketika membuka mata bukan tempat seram yang dipenuhi tengkorak namun sebuah atap dengan sofa yang berada di sebelah kanan. roof top

"lihat disana"

kali ini Zea menurut, walau kebingungan melanda karena tadi dia sedang bersembunyi dikamarnya, perempuan itu menoleh ke arah yang ditunjuk tangan pucat itu, terdapat segerombolan remaja laki laki yang tengah bercanda.

lah, tadi perasaan sepi cuma ada sofa. gumam Zea dalam hati. Namun, tak lama mata Zea memincing melihat salah satu diantaranya.

"Agaskar, tuan Arsen, tuan Damian?" gumamnya melihat disegerombolan anak remaja itu terdapat Keenan yang masih mengenakan seragam SMA.

AGASKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang