“Jika bersamamu hanya luka, maka bahagiakan aku dengan luka itu.”
HAPPY READING 💞💞💞
tak lama, pintu besar itu terbuka membawa dua pria dengan setelan lengkap memasuki mansion itu.
semua pelayan, termasuk Jake dan James menunduk memberi hormat, tuan besar mereka telah tiba.
'benvenuto, grande signore'
(selamat datang tuan besar)
ucap mereka dengan serempak.
zea menoleh begitupun dengan Emil yang menoleh dengan cepat, berbeda dengan elgar yang sudah masuk kedalam dunia mimpinya.
Keenan yang melihat ketiga orang itu tersenyum setelah mengangkat tangan, meminta mereka semua bangkit dari acara menunduknya.
Emil yang masih berada di pelukan zea terdiam, sampai zea berbisik memintanya untuk menghampiri sang ayah. "abang kan kangen papi, sana samperin." bisiknya.
Emil masih terdiam di tempatnya, sampai keenan tersenyum dan memanggilnya untuk mendekat.
Emil bangkit dan berlari memeluknya, membenamkan tubuhnya dalam pelukan hangat sang ayah. Keenan tersenyum lalu balas memeluk putranya, seraya mencium pelipis sang anak dengan rindu.
"anak papi gimana disini hm? suka?" tanyanya di sela pelukan penuh kerinduan itu.
emil menggeleng, "ilo suka disini..tapi gak enak papi gak ada adek selalu tantrum gak jelas kepala ilo sakit liatnya.." adunya membuat tawa maskulin dari Keenan menguar.
begitu pula dengan zea dan keempat pria yang sudah berdiri di sebelah Keenan, mereka ikut tertawa mendengar aduan manis itu.
"bocah nakal itu memang sesuatu" timpal Arsen yang langsung di angguki oleh mereka, terutama Jake yang langsung mengangguk dengan kuat.
"bagaimana dengan keadaan disini?" tanya keenan menatap Dikta.
zea yang mendengar itu berdecak, "kalian baru tiba istirahat baru membahas tentang apapun." ujarnya protes.
melihat itu dikta tersenyum dan mengabaikan keenan, Keenan juga yang paham hanya mengangguk, mengalah. Berjalan ke arah zea yang masih duduk karena elgar yang tertidur di pahanya.
setelah sampai di hadapan sang istri, pria itu mengusap surai putra bungsunya, lalu tersenyum kearah sang istri yang juga tengah menatapnya dengan senyuman hangat.
Dikta, Arsen, james dan Jake tiba tiba silau melihat keharmonisan mereka. terlebih dikta yang tiba tiba ingin menikah saja..adakah yang mau nyalon?...:)
mengusap surai emil dengan sayang, Keenan menatap dikta dan menatap Arsen secara bergantian. "tunggu dilantai atas." ucapnya yang langsung di angguki oleh keduanya.
setelahnya dia menatap Jake dan James yang berdiri dengan tegap. "kalian juga pergilah dengan mereka." ujarnya yang langsung di angguki oleh keduanya.
"apakah sangat penting?" tanya zea yang langsung di angguki oleh Keenan, "ini tentang anak anak, aku ingin mendengar laporan Jake serta James langsung." zea menganggukkan kepalanya mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGASKAR
Teen Fiction-17+ ~ Kehidupan seseorang hanya akan berjalan satu kali dalam putaran takdir, Namun untuk sebagian orang mereka merasakan hidup lebih dari satu kali karena seseorang yang mereka sayangi. ~ udah baca aja ayo,dijamin ketemu Upin dalam jarjjit #-KATA...
