Mwehhhh makin cigtha deh jangan lupa iuran haluannya 😚😚😚😚
SELAMAT READ
***
'manusia sederhana yang masih mencintaimu'
•
•
•
***
*Zea and her mood
"Matahari aja bisa insecure sama bulan karena punya bintang, yakali mahluk hidup kayak gue gak bisa" delikan Aleya berikan sembari menatap Emil dan Cecilia.
Cecilia menatap remeh Aleya, setiap hari dia adalah pemenangnya Aleya hanyalah orang baru yang ada di antara dirinya dengan emilio.
Sedangkan Emil hanya menatap datar kedua gadis itu, dibelakangnya ada gala dan Cakra yang hanya berdecih menatap Cecilia.
"pantes panas terus liat cia sama emil ternyata lu mataharinya, cia bulannya terus Emil bintangnya kasian banget!" Aleya menatap lamat wajah Siska yang daritadi berdiri disamping cecilia.
"Lah bukannya lo ya mataharinya?" melihat keterdiaman Siska, Aleya pergi dengan menggandeng lengan Emil dengan Cecilia yang mengikuti dengan amarah tanpa peduli dengan ucapan Aleya barusan.
"Woahh parah Lo sis! ternyata nusuk temen dari belakang ckckck, eh enggak deng orang Emil aja gak pernah liat si sensi yhahaha!!" Gala puas menertawakan komuk wajah Siska.
"Sensi apaan anjir masker sensi?" tebak Cakra dengan wajah menyebalkannya
"Ituloh si centil, yang sok jadi pemilik hati seorang emilo hahahahha" kedua sahabat karib itu pergi dengan tawa yang masih menghiasi wajah tampan mereka.
Hari hari tenang Emil sudah berakhir sejak dua hari yang lalu, Cecilia geana Pricilla gadis yang dicap antagonis oleh zeyya adik Sagara itu adalah teman semasa Emil SMP, yang tergila gila dengan sosok emilo.
Dulu zeyya dan Cecil sempat bersitegang karena Cecil mengira zeyya adalah kekasih Emil, dari situ zeyya menyematkan gelar antagonis pada Cecil yang terlihat jelas terobsesi dengan Emil.
Dan Siska, atau lebih tepatnya Amira siskaza adalah sahabat kecil Cecil yang menyukai Emil dari awal Cecil menceritakan bahwa dia menyukai pemuda jangkung itu.
Sedangkan Aleya, adalah gadis satu angkatan dengan ketiganya, dulu waktu mpls Emil pernah membantu Aleya yang hendak tenggelam di kolam karena tak sengaja terjatuh, besoknya dia tak sengaja bertemu dengan Emil yang sedang belajar mandiri di perpustakaan dengan earphone di kedua sisi telinganya, dari sana rasa kagum yang menjelma menjadi suka tumbuh di hati gadis manis itu.
Emil tau ketiga gadis itu menyukainya, namun Emilo tetaplah Emilo yang lebih memilih mengejar nilai agar bisa di pandang anak oleh sang ayah daripada menjalin kisah asmara yang mungkin bisa menjadi penghambat untuk dia mendapat pengakuan dari sosok yang ingin Emil peluk. Arshaka keyfano ayahnya
***
"Eh nanti kan rapat kita di pulangin apa kaga, ya?" raven bertanya sembari menatap teman temannya yang berleha leha sambil menikmati semilir angin di rooftop.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGASKAR
Fiksi Remaja-17+ ~ Kehidupan seseorang hanya akan berjalan satu kali dalam putaran takdir, Namun untuk sebagian orang mereka merasakan hidup lebih dari satu kali karena seseorang yang mereka sayangi. ~ udah baca aja ayo,dijamin ketemu Upin dalam jarjjit #-KATA...
